HYBE berargumentasi bahwa kontrak tersebut telah dibatalkan, sehingga menjadikan keabsahan opsi jual menjadi tidak berlaku.
Min Hee-jin telah mendirikan agensinya sendiri, 'OOAK,' menandakan tantangan baru di depan.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul akan mengadakan sidang keenam pada pukul 14.00 untuk gugatan yang diajukan oleh HYBE terhadap mantan CEO Min Hee-jin. Sidang ini juga akan membahas tuntutan Min Hee-jin atas pembayaran sebesar 256 miliar won untuk penjualan saham.
Masalah inti adalah tentang keabsahan opsi jual Min Hee-jin. Dia secara resmi menginformasikan HYBE tentang niatnya untuk menggunakan opsi jual setelah mundur dari posisinya sebagai direktur pada bulan November. Jumlah ini dihitung berdasarkan 13 kali rata-rata laba operasi ADOR selama dua tahun terakhir, sebanding dengan kepemilikan sahamnya.
HYBE mengklaim bahwa kontrak tersebut dibatalkan karena upaya privatisasi yang dilakukan Min Hee-jin, sehingga menjadikan opsi jual tidak berlaku. Di sisi lain, Min Hee-jin bersikeras bahwa tidak ada pelanggaran kontrak dan bahwa pemberitahuan pembatalan HYBE tidak sah. Dia berencana untuk hadir langsung di sidang hari ini untuk menjelaskan posisinya.
Gugatan ini menyoroti perselisihan hukum penting antara Min Hee-jin dan HYBE, yang berfokus pada interpretasi kontrak penjualan saham. Hasil mengenai keabsahan opsi jual dapat sangat mempengaruhi jalur karirnya di masa depan.
Reaksi emosional Min Hee-jin selama penampilan di pengadilan menunjukkan betapa pentingnya gugatan ini dalam hidupnya. Upayanya untuk menjaga kepercayaan dan reputasi yang dibangun selama masa jabatannya di ADOR menarik perhatian yang cukup besar.
Selain itu, pendirian agensinya sendiri, 'OOAK', menandakan pencarian jalur independen di industri musik. Langkah ini dapat memperkuat keberadaannya di sektor ini, khususnya dengan rencana untuk memproduksi grup pria baru yang menarik perhatian besar.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily