Pemerintah meluncurkan kampanye untuk memastikan harga yang adil dan penginapan alternatif.
Penindakan terhadap praktik ilegal oleh penyedia akomodasi akan dilaksanakan secara menyeluruh.
[TV Daily Kim Ji-hyun Reporter] Menjelang konser BTS di Busan, beberapa penyedia akomodasi ditemukan meningkatkan harga secara berlebihan atau membatalkan reservasi secara sepihak, memicu kemarahan publik. Sebagai respons, pemerintah dan otoritas lokal telah mengumumkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. Korea Tourism Organization bekerja sama dengan Kota Busan dan Asosiasi Pariwisata Busan untuk mengadakan kampanye untuk harga yang adil di area Seomyeon pada 8 Juni. Mereka berencana mengunjungi usaha lokal, mendorong mereka untuk mempertahankan harga yang wajar dan memberikan layanan yang ramah, dengan kemungkinan melibatkan penegak hukum jika perlu. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah penggembungan harga ekstrem selama konser BTS World Tour yang dijadwalkan pada 12-13 Juni. Survei yang dilakukan oleh Korea Consumer Agency dan Komisi Perdagangan Adil mengungkapkan bahwa rata-rata biaya akomodasi untuk satu malam pada akhir pekan konser (13-14 Juni) mencapai 434.999 KRW, yang 2,4 kali lebih tinggi daripada tarif akhir pekan normal. Menanggapi keseriusan situasi ini, Presiden Lee Jae-myung memperingatkan pada 27 Mei selama kunjungannya ke Busan bahwa penggembungan harga yang terus berlanjut dapat merusak reputasi kota tersebut. Bahkan telah ada gerakan secara online yang mendorong pengunjung untuk tidak datang ke Busan. Untuk mengatasi kekurangan akomodasi jangka pendek, pihak berwenang telah memutuskan untuk mengamankan tempat penginapan alternatif. Mereka akan menyediakan lebih dari 1.300 kamar di asrama universitas, fasilitas agama, dan penginapan instansi publik di Busan, Yangsan, dan Changwon. Selain itu, tim penindakan khusus akan beroperasi untuk mengidentifikasi praktik ilegal, memberlakukan sanksi administratif seperti perintah perbaikan dan penghentian usaha kepada pelanggar. Bisnis yang dilaporkan melalui pusat pengaduan 120 atau 1330 akan dilaporkan ke Layanan Pajak Nasional untuk penyelidikan penghindaran pajak. Hotel yang terbukti menarik biaya berlebihan akan menghadapi sanksi yang lebih besar, dengan pengurangan skor dalam evaluasi kelas ditingkatkan dari maksimum 10 menjadi 30 poin. Regulasi mengenai sanksi juga akan diubah, menghilangkan batas atas untuk hadiah melaporkan praktik tidak adil, sementara memberikan hingga 10% dari denda sebagai hadiah. Korea Tourism Organization menekankan pentingnya harga yang wajar dan layanan berkualitas selama konser BTS yang menjadi sorotan dunia ini untuk meningkatkan baik nilai merek daerah maupun daya saing pariwisata nasional.
Konser BTS yang akan datang di Busan menarik perhatian global yang signifikan, dan bersamaan dengan itu, masalah penggembungan harga akomodasi muncul ke depan. Langkah-langkah yang diambil oleh Korea Tourism Organization dan pemerintah sangat penting untuk menyediakan layanan pariwisata berkualitas tinggi. Penting untuk mempertimbangkan bahwa BTS memiliki basis penggemar yang luas dan setia, dan ketidaknyamanan yang mereka alami dapat berdampak negatif pada citra jangka panjang Busan sebagai tujuan wisata.
Penggembungan harga juga berdampak buruk pada ekonomi. Wisatawan mungkin kehilangan antusiasme untuk mengunjungi Busan, yang dapat memberikan pukulan besar bagi ekonomi lokal. Mengingat bahwa pariwisata sudah menjadi sumber pendapatan penting bagi Busan, harga yang tidak wajar selama acara besar seperti konser BTS harus ditangani. Ini akan membantu menjadikan Busan sebagai tujuan yang lebih menarik di masa depan.
Selain itu, penegakan pemerintah yang semakin ketat diharapkan dapat memberikan dampak positif pada industri secara keseluruhan. Penindakan yang kuat terhadap praktik ilegal akan membantu memulihkan ketertiban di pasar dan menciptakan lingkungan pariwisata yang berkelanjutan melalui persaingan yang adil. Model pariwisata yang berkelanjutan yang dibangun oleh pemerintah dan industri pariwisata bersama-sama akan berdampak positif tidak hanya pada Busan tetapi juga pariwisata di seluruh Korea Selatan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily