Geumbi berbagi bagaimana lagu tersebut memberinya kenyamanan.
Lagu ini memiliki dampak besar pada budaya Korea.
Dalam episode terbaru 'Hidden Singer 8' di JTBC yang ditayangkan pada 19 Mei, lagu 'Bingo' oleh grup Turtle menjadi fokus perhatian. Lagu ini, yang ditulis oleh almarhum Turtleman, ada dalam album studio ketiga mereka yang dirilis pada 2004 dan masih populer hingga kini. Geumbi berbagi bagaimana liriknya memberinya kenyamanan di saat sulit.
Lirik 'Bingo' secara cerdas menggabungkan nama-nama anggota ke dalam puisi akrostik. Song Eun-yi mengagumi kreativitasnya, sementara Shin Bong-sun memuji bagaimana lagu tersebut mengaburkan batas antara komedi dan musik. Yang menarik, Park So-hyun menyoroti dampak budaya lagu ini, yang juga disukai di Korea Utara.
Di babak pertama, para peniru berhasil meniru nada unik Turtleman, dan Jeon Hyun-moo menyebutnya sebagai babak paling sulit yang pernah ada. Antisipasi penonton semakin meningkat untuk mengetahui penyanyi asli di babak kedua yang akan datang.
'Bingo' bukan hanya sebuah lagu pop, tetapi juga menjadi ikon budaya dalam masyarakat Korea. Diciptakan oleh Turtleman, lagu ini membangkitkan kenangan dan emosi, menciptakan jembatan antara generasi. Melodi nostalgis dan lirik yang menyentuh hati tetap menggema di benak banyak orang, membantu mereka menemukan kenyamanan di masa sulit.
Elemen-elemen rumit yang dituangkan dalam 'Bingo' meningkatkan nilai artistik dan pentingnya budaya melebihi sekadar hiburan. Khususnya, penggabungan puisi akrostik menunjukkan kreativitas yang luar biasa, menonjolkan kemampuan Turtleman sebagai penulis lirik dan pencipta melodi.
Generasi mendatang mungkin akan merasakan warisan Turtleman melalui lagu ini, menerima pesan musik yang ia tinggalkan. Dengan demikian, 'Bingo' mempertahankan statusnya sebagai lagu nasional yang dicintai, masih dinyanyikan dan dihargai hingga kini.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily