Sidang banding untuk gugatan ini dijadwalkan pada 9 Juli di Pengadilan Tinggi Seoul.
Dalam tahap pertama, beberapa klaim Ador diterima, tetapi hasil keseluruhan tidak memuaskan.
Pertarungan hukum antara Ador dan grup iklan Penculikan Dolphin semakin memanas saat bergerak ke tahap banding. Pada 9 Juli, Divisi Sipil 5-3 Pengadilan Tinggi Seoul akan mendengarkan argumen pertama mengenai gugatan Ador sebesar 1,1 triliun won terhadap Grup Penculikan Dolphin dan sutradara Shin Woo-seok. Kontroversi ini dimulai pada Agustus tahun lalu ketika Grup Penculikan Dolphin merilis potongan sutradara dari mV NewJeans' 'ETA' di saluran YouTube mereka. Ador mengklaim ini adalah pelanggaran kontrak dan mengangkat kekhawatiran, menyebabkan ketegangan antara kedua belah pihak. Sutradara Shin Woo-seok berargumen bahwa ia menghapus semua video terkait NewJeans dari saluran penggemar tidak resmi karena permintaan Ador tetapi Ador mempertahankan bahwa mereka hanya meminta penghentian video 'ETA'. Ketegangan semakin meningkat dengan gugatan Shin dan klaim kerugian Ador. Pada tahap pertama, beberapa klaim Ador diterima sementara yang lain ditolak. Grup Penculikan Dolphin kemudian mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan, mendorong banding dari kedua belah pihak.
Kasus ini melampaui sekadar pertikaian hukum dan mengaitkan kepentingan antara artis dan perusahaan produksi yang terlibat. Fans NewJeans terus menunjukkan dukungan kuat untuk konten mereka di tengah kekacauan ini. Secara signifikan, dampak dari publikasi yang tidak sah terhadap citra dan nilai artis tidak dapat diabaikan. Konflik dramatis antara Ador dan Grup Penculikan Dolphin telah menarik perhatian besar dari para penggemar, dan penting untuk mengamati bagaimana proses hukum yang teliti akan terungkap.
Lebih lanjut, posisi sutradara Shin Woo-seok cukup menarik. Dia sebelumnya aktif mempromosikan musik NewJeans melalui saluran penggemar, tetapi insiden ini telah membuatnya mempertanyakan jalannya sendiri. Klaim kerugiannya menunjukkan efek buruk yang dapat ditimbulkan oleh ketidaksepakatan antara artis dan perusahaan produksi terhadap pencipta individu.
Akhirnya, pertarungan hukum ini berpotensi untuk melampaui dampak finansial, dengan dampak signifikan pada lanskap sosial-budaya yang lebih luas. Ini dapat menjadi katalisator untuk diskusi mengenai kerangka hukum dan perlindungan artis di industri K-POP.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily