Lagu utama 'DDI RO RI' menafsirkan kembali karya Bach secara modern.
Album ini akan dirilis pada pukul 6 sore ini.
[TV Daily, reporter Kim Jin-seok] Miao membagikan pandangan tentang sampling klasik selama showcase untuk EP keduanya 'BITE NOW'.
Pada 1 Juni, acara tersebut berlangsung di Cube Convention Center di Mapo, Seoul, dipandu oleh pembawa acara Park Seul-ki. Album baru ini menampilkan lima lagu, termasuk lagu utama 'DDI RO RI', yang semakin menegaskan arah musik Miao setelah EP pertamanya 'MY EYES OPEN WIDE'.
Yang menarik, 'DDI RO RI' menafsirkan kembali 'Toccata and Fugue in D Minor' karya Bach, menggabungkan kemegahan musik klasik dengan ekspresi kontemporer. Narin mengakui tekanan yang terkait dengan sampling klasik namun menyatakan keyakinan dalam menunjukkan identitas mereka dengan jelas.
Miao dengan humor mengatakan bahwa Bach kemungkinan akan berdansa ketika mendengar musik mereka, menambah suasana yang ceria di acara tersebut. 'BITE NOW' dijadwalkan rilis pada pukul 6 sore ini.
EP terbaru Miao menampilkan arah musik baru yang berani menelusuri tradisi dan modernitas. Sampling klasik menjadi tantangan signifikan bagi para artis karena melibatkan reinterpretasi karya ikonik melalui lensa kontemporer. Namun, Miao menunjukkan ambisi untuk memberikan pengalaman baru melalui interpretasinya yang unik.
Lagu utamanya 'DDI RO RI' menarik referensi dari karya Bach sambil menyuntikkan sensibilitas modern, menggambarkan bagaimana pesona musik klasik dapat diadaptasi ke masa kini. Ini menunjukkan bahwa sampling klasik dalam K-pop bukan sekadar tren, tetapi jalan untuk eksplorasi musik yang lebih dalam. Berpartisipasi dalam komposisi berdasarkan musik tradisional dapat semakin memperkuat identitas seorang artis.
Rilis EP Miao juga menegaskan kembali pentingnya musik klasik dalam dunia K-pop. Musik klasik sering berfungsi sebagai titik awal untuk interpretasi dan kreasi baru dalam musik populer kontemporer, memecahkan batasan musik dan menjangkau berbagai audiens dalam prosesnya.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Shin Jeong-heon