Ia berkontribusi pada evolusi skena musik elektronik Korea sejak tahun 1990-an.
Musiknya dicintai oleh banyak orang, dan warisannya akan terus ada.
[TV Daily] DJ dan produser elektronik generasi pertama Cytonic (nama asli Kim Yong-min) telah meninggal dunia pada usia 50 tahun. Pada 27 Mei, dilaporkan bahwa ia meninggal secara mendadak pada 24 Mei. Upacara pemakaman berlangsung di Rumah Sakit IlSan Universitas Dongguk, dengan acara dilakukan pada pagi hari berikutnya. Penyebab kematian belum diumumkan.
Memulai karirnya pada 1990-an, Cytonic memberikan kontribusi besar bagi musik elektronik dan dance Korea, menampilkan suara uniknya melalui lagu populer seperti 'Another Day', 'Black Out', dan 'Present'. Ia kemudian dikenal sebagai DJ dan produser trance psikedelik, memainkan peran penting dalam pertumbuhan lanskap musik elektronik Korea.
Rekan DJ AHN membagikan berita tentang meninggalnya Cytonic di media sosial, mengungkapkan kesedihannya dan menyoroti hubungan musik mereka yang sudah lama terjalin. Ia mengungkapkan, 'Saya mendoakan kenangan yang diberkati dari DJ kami yang terkasih, Cytonic.'
Meninggalnya Cytonic meninggalkan kekosongan signifikan dalam skena musik elektronik Korea. Aktif sejak awal 1990-an, ia adalah sosok penting yang menginspirasi banyak DJ muda dan membawa suasana baru ke musik dance. Oriinalitas dan semangat eksperimennya sangat resonan dengan banyak penggemar, berkontribusi pada kemajuan Korea di kancah musik elektronik internasional.
Musiknya menonjol karena perpaduan ritme dan melodi yang mulus. Lagu-lagu seperti 'Another Day' menyampaikan kedalaman emosional, menunjukkan kehadirannya yang kuat tidak hanya dalam musik dance tetapi juga di kancah trance. Lagu-lagu Cytonic memikat pendengar dengan keseimbangan kenyamanan dan energi, membuatnya menjadi bagian yang dihargai dalam banyak pesta.
Penggemar dan rekan-rekannya berduka atas kepergiannya yang tiba-tiba, menandakan bahwa Cytonic akan diingat sebagai artis berharga dalam sejarah musik. Ia telah membawa kebahagiaan bagi banyak orang melalui karyanya, dan warisannya pasti akan terus menginspirasi banyak orang di masa depan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: DJ AHN