Pengadilan mengakui tanggung jawab hukum terkait video palsu dan fitnah, meningkatkan kesadaran.
Keputusan ini menjadi pengingat bagi pembuat konten untuk menekankan pemeriksaan fakta.
[Reporter TV Daily Hwang Seo-yeon] HYBE dan anak perusahaan, BELIFT Lab dan Source Music, telah memenangkan sebagian kemenangan dalam gugatan mereka terhadap saluran pencemaran nama baik siber yang dikenal karena memproduksi konten palsu dan memfitnah yang terkait dengan artis mereka. Pada 8 Mei, dilaporkan bahwa Pengadilan Distrik Barat Seoul memutuskan mendukung HYBE, BELIFT Lab, dan Source Music dalam klaim kerugian mereka terhadap operator saluran YouTube 'Anything'. Sejak 2024, HYBE telah terlibat dalam proses hukum melawan tujuh operator saluran YouTube yang memposting konten palsu dan fitnah tentang artis mereka dan perusahaan, mencari total 280 juta KRW. Di antara operator tersebut, 'Anything' mengunggah sekitar 30 video selama enam bulan pada tahun 2024 dengan judul seperti 'Kontroversi Ailet' dan 'New Jeans Hani Dikecualikan oleh HYBE'. HYBE mengklaim bahwa video-video ini sangat merusak reputasi artis mereka dan perusahaan, mendorong mereka untuk mengambil tindakan hukum. Dalam keputusan yang dikeluarkan sebelumnya pada bulan Februari, pengadilan menyatakan bahwa video yang diproduksi oleh terdakwa merugikan reputasi dan kredit HYBE. Operator 'Anything' diperintahkan untuk membayar ganti rugi total 15 juta KRW kepada tiga penggugat: HYBE, BELIFT Lab, dan Source Music. Keputusan itu didasarkan pada penilaian faktor-faktor seperti konten video, publikasi berulang, dan jumlah pelanggan serta tampilan di saluran tersebut. Putusan tersebut juga menyoroti bagaimana terdakwa gagal memverifikasi dasar fakta sebelum memposting video. Namun, tidak semua gugatan HYBE diterima. Divisi Pidana 12 Pengadilan Distrik Barat Seoul menolak klaim ganti rugi terhadap perusahaan konten Fastview, yang terkait dengan saluran 'People Box' dan 'Dissue' yang memposting video yang mengklaim 'plagiarisme Ailet terhadap New Jeans'. Keputusan ini menjadi panggilan untuk waspada terhadap rumor tak berdasar dan konten palsu yang menyebar secara online.
Putusan ini menggarisbawahi dampak signifikan yang dapat ditimbulkan oleh penyebaran informasi yang salah terhadap media dan perusahaan di era digital saat ini. Keputusan pengadilan memperjelas tanggung jawab hukum terkait informasi palsu dan fitnah sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebebasan berekspresi. Dengan demikian, kewaspadaan yang lebih besar diperlukan di industri hiburan dan konten ke depan.
Kemenangan HYBE dalam kasus ini menjadi contoh penting tentang bagaimana mengurung situasi di mana reputasi artis dan perusahaan terancam parah secara hukum. Mengingat bahwa reputasi seorang artis terikat langsung dengan keberlangsungan komersial mereka, baik perusahaan maupun penghibur perlu memperkuat respons hukum mereka. Kebutuhan ini tidak terbatas pada HYBE saja, tetapi juga menjadi peringatan bagi agensi hiburan dan artis lain.
Dalam lanskap di mana judul sensasional dan kebohongan semakin banyak dikritik, keputusan ini berpotensi untuk menetapkan standar baru bagi kasus pencemaran nama baik siber. Pembuat konten harus mengembangkan kebiasaan memverifikasi fakta sebelum memposting, yang sangat penting untuk menciptakan ekosistem online yang lebih sehat.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: DB