KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Jang Woo-hyuk, Pelecehan Verbal dan Fisik Terhadap Staf Wanita Terungkap… Putusan Pertama Pengadilan

Jang Woo-hyuk, Pelecehan Verbal dan Fisik Terhadap Staf Wanita Terungkap… Putusan Pertama Pengadilan
Pelecehan verbal dan fisik Jang Woo-hyuk terhadap staf wanita telah dikonfirmasi oleh pengadilan.
Putusan pengadilan pertama mengakui klaim yang diajukan oleh staf wanita A dan membebaskannya.
Agensi Jang berencana untuk membantah putusan tersebut dan mengajukan banding.

[Reporter TV Daily Kim Ji-ha] Jang Woo-hyuk, anggota grup H.O.T. dan penyanyi solo, terungkap telah melakukan pelecehan verbal dan fisik terhadap staf wanitanya, A. Meskipun Jang berusaha melawan untuk menuntut A karena pencemaran nama baik, putusan pertama pengadilan tidak mendukung klaim tersebut.

Menurut Money Today pada tanggal 25, Pengadilan Distrik Barat Seoul membebaskan A dari tuduhan pencemaran nama baik pada tanggal 29 bulan lalu. A mengklaim pada 10 Juni 2022 bahwa dia telah diserang dua kali oleh Jang selama pekerjaannya. Insiden pertama terjadi pada tahun 2014, di mana Jang diduga memukul A di belakang kepala saat dalam perjalanan bisnis bersamanya. Serangan kedua yang diduga terjadi pada tahun 2020 di stasiun penyiaran, di mana A menyatakan bahwa Jang memukul tangannya dan menghina secara verbal menjelang pertunjukan.

A menunjukkan bahwa dia telah menahan pelecehan verbal dan penghinaan berkelanjutan dari Jang, tetapi menyadari perilaku ini sebagai tidak normal. Agensi Jang mempertahankan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar, mengajukan melawan untuk pencemaran nama baik. Setelah penyelidikan, kejaksaan mengakui serangan dan pelecehan verbal pada tahun 2014 sebagai fakta sementara menganggap insiden 2020 sebagai kebohongan. Jang mengklaim dia diserang oleh A tetapi pengadilan tingkat pertama menemukan cerita A lebih kredibel.

Kasus terbaru yang melibatkan Jang Woo-hyuk mencerminkan ketidakseimbangan kekuasaan yang ada dalam industri K-pop. Kekuasaan yang dimiliki artis terhadap staf agensi sering kali dapat menyebabkan hasil negatif, sering kali melanggar hak asasi manusia dasar. Pengakuan pengadilan terhadap klaim A menjadi preseden penting dalam menuntut perubahan dalam struktur tersebut.

Selain itu, masa lalu dan masa kini Jang terjalin dengan harapan penggemarnya. Sebagai anggota grup ikonis H.O.T., tindakannya tidak hanya memengaruhi reputasinya tetapi juga berinteraksi dengan hubungan penggemar. Insiden semacam ini berpotensi merusak citranya secara signifikan dan berdampak buruk pada hubungan dengan penggemarnya.

Akhirnya, putusan pengadilan mengundang penilaian kembali hubungan antara entertainer dan karyawan mereka. Ini menyoroti perlunya refleksi kritis tentang dinamika kekuasaan di industri hiburan, yang seharusnya diakui bukan sebagai peristiwa terisolasi tetapi sebagai masalah yang berkelanjutan dan struktural.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: Shin Jeong-heon

Source: tvdaily.co.kr