Album ini menampilkan berbagai genre, dengan lagu utama 'Born Savage' mendapatkan perhatian besar.
PLAVE diakui sebagai grup idol virtual pertama yang meraih status penjual juta.
Idol virtual PLAVE tengah menjadi sorotan dengan album terbarunya. Menurut Hanter Chart pada 20 April, mini album keempat mereka 'Caligo Pt.2' telah berhasil terjual 1,25 juta kopi dalam minggu pertama, memecahkan rekor penjualan pribadi mereka. Album ini juga berhasil naik di platform streaming, menduduki peringkat kedua dalam chart streaming 24 jam Melon.
Rilisan baru ini melanjutkan narasi yang ditetapkan dalam karya sebelumnya 'Caligo Pt.1', menampilkan beragam genre, termasuk a cappella dan R&B hip-hop. Lagu utama 'Born Savage' memiliki suara kuat yang berakar pada rock, semakin menonjolkan evolusi musikal mereka.
PLAVE sebelumnya mencetak tonggak sejarah sebagai idol virtual pertama yang menjadi jutaan penjual dengan mini album 'Caligo Pt.1' dan single 'PLBBUU.'
Album baru PLAVE menunjukkan kedalaman dan eksperimen musik mereka. 'Caligo Pt.2' secara mulus menggabungkan berbagai genre dan suara sambil melanjutkan narasi dari album sebelumnya, menunjukkan evolusi mereka sebagai artis. Lagu utama 'Born Savage' memperkenalkan elemen rock yang meninggalkan kesan mendalam bagi penggemar, mencerminkan keinginan mereka untuk memperluas batasan musik.
Selain itu, angka penjualan yang mengesankan dan kinerja streaming menyoroti loyalitas penggemar PLAVE yang penuh semangat dan popularitas global mereka. Sebagai kelompok idol virtual, karir mereka yang sudah mapan memainkan peran penting di sini, dengan penggemar yang menghargai bukan hanya musik tetapi juga cerita dan seni visual yang menyertainya, menciptakan harapan tinggi untuk upaya mereka di masa depan.
Akhirnya, pertumbuhan PLAVE tidak hanya terbatas pada angka penjualan; mereka berdampak positif pada industri musik secara keseluruhan. Gaya mereka yang beragam menginspirasi artis lain dan menempatkan mereka sebagai pelopor tren di lanskap yang cepat berubah.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Blast