KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Dolphin Kidnappers Minta Penolakan Klaim Kompensasi Adore, Tegaskan Kesepakatan

Dolphin Kidnappers Minta Penolakan Klaim Kompensasi Adore, Tegaskan Kesepakatan
Pihak Dolphin Kidnappers meminta penolakan klaim ganti rugi Adore sebesar 1,1 miliar won.
Argumen mengenai adanya kesepakatan menjadi titik fokus kasus ini.
Konflik antara kedua belah pihak menimbulkan isu-isu kontrak dan hak cipta dalam industri musik Korea.

[TV Daily Reporter Kim Han-gil] Dalam argumen terakhir mengenai video Director's Cut 'ETA' oleh NewJeans, pihak Dolphin Kidnappers menekankan adanya kesepakatan yang meminta pengadilan untuk menolak klaim ganti rugi dari Adore sebesar sekitar 1,1 miliar won.
Pada pagi hari tanggal 9 Desember, Divisi Penyelesaian Perdata 62 Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dipimpin oleh Hakim Lee Hyun-seok mendengarkan kasus yang diajukan oleh Adore terhadap Dolphin Kidnappers dan Sutradara Shin Woo-seok.
Perselisihan ini dimulai pada bulan Agustus tahun lalu ketika Dolphin Kidnappers mengunggah video musik 'ETA' Director's Cut ke saluran YouTube mereka tanpa izin dari Adore, yang mengklaim bahwa itu adalah rilis tanpa izin. Sutradara Shin menanggapi dengan menghapus videonya dari saluran tidak resmi dan selanjutnya mengajukan keluhan pidana terhadap Adore atas pencemaran nama baik.
Sidang ketiga bulan lalu melihat mantan CEO Adore, Min Hee-jin, bersaksi, menunjukkan bahwa adalah praktik umum bagi sutradara untuk memposting pekerjaan mereka di media sosial, sementara Adore berpendapat bahwa persetujuan tertulis diperlukan untuk video musik karena ada hubungan langsung dengan merek dan citra artis.

Kasus ini menyoroti sengketa signifikan mengenai perlindungan hak artis dalam industri musik Korea. Insiden seputar video 'ETA' NewJeans mengungkapkan perlunya praktik hak cipta dan kontrak yang lebih jelas.
Masalah ini menekankan perlunya kesepakatan tertulis yang jelas ketika konten diposting di saluran tidak resmi atau media sosial, menegaskan bahwa kesepakatan antara artis harus terdokumentasi secara eksplisit. Kasus ini muncul pada saat di mana masalah serupa telah diangkat sebelumnya, menunjukkan bahwa reformasi dalam kerangka hukum yang relevan mungkin diperlukan.
Pernyataan Dolphin Kidnappers berakar pada penekanan mereka untuk menjaga hubungan kolaboratif, membingkai kasus mereka pada premis adanya kesepakatan yang ada untuk menolak klaim kompensasi, yang menimbulkan diskusi seputar kepercayaan antara artis dan mitra eksternal.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: TVDaily

Source: tvdaily.co.kr