Kedua pihak terpecah tajam atas opsi jual dan waktu pemutusan kontrak.
Putusan ini diperkirakan akan memiliki implikasi signifikan bagi industri K-POP.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul akan memberikan putusan terkait sengketa perjanjian pemegang saham antara HYBE dan mantan CEO Adore Min Hee-jin pada 12 Februari pukul 10 pagi. Kasus ini berfokus pada jaminan posisi Min sebagai CEO selama lima tahun dan opsi jual dalam perjanjian pemegang saham. Opsi jual memungkinkan Min untuk menjual sahamnya pada harga tertentu, yang berpotensi memberikannya sekitar 26 miliar won, tergantung pada interpretasi pengadilan mengenai tanggal pemutusan kontrak. Min mengklaim bahwa pemutusan harus diakui pada November 2024, berkaitan dengan ketika anggota NewJeans mengakhiri kontrak mereka dengan Adore, sedangkan HYBE berargumen bahwa perjanjian tersebut sudah berakhir pada bulan Juli karena tindakan Min. Kedua pihak tetap menyatakan bahwa pihak lawan yang bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak, menambah antisipasi untuk putusan pengadilan.
Kasus ini mencerminkan kontradiksi penting antara HYBE dan Min Hee-jin mengenai waktu pemutusan perjanjian pemegang saham mereka. Kehadiran opsi jual tidak hanya menyoroti kepentingan ekonomi yang ada tetapi juga menunjukkan implikasi yang lebih luas terkait hak dan kewajiban pemegang saham. Putusan yang mendukung Min dapat mempengaruhi keuangan HYBE secara signifikan, berpotensi membentuk strategi manajemen perusahaan dan langkah-langkah masa depan Min. Dengan demikian, hasil dari gugatan ini siap untuk beresonansi di seluruh industri K-POP, melampaui sengketa kontraktual semata.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Song Sun-mi