Ia menjelaskan mengatasi perselingkuhan dan kekerasan demi anak-anaknya.
Kisahnya menyoroti perlunya kesadaran masyarakat yang lebih besar tentang isu kekerasan rumah tangga.
Pembawa berita Kim Joo-ha mengungkap pengalaman menyakitkan terkait kasus narkoba mantan suaminya dalam siaran YouTube terbaru. Dalam penampilannya di 'MKTV Kim Mi-kyung TV' pada 19 Januari, ia berbagi pengalamannya selama proses perceraian dan menjelaskan momen-momen sulit yang ia hadapi saat diharuskan menjalani tes narkoba.
Kim Joo-ha menyebutkan bahwa ketabahannya melalui lebih dari satu dekade pernikahan, yang diwarnai dengan perselingkuhan dan kekerasan, terutama demi anak-anaknya. Ia mengekspresikan keinginan untuk memberikan mereka rumah yang stabil, menyatakan bahwa jika ia mengetahui masalah suaminya sebelumnya, pilihannya mungkin akan berbeda. Pengungkapan tentang penggunaan ganja oleh mantan suaminya membuatnya harus menjalani tes rambut dan urine.
Merenungkan proses tersebut, ia berbagi, 'Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi kantor polisi sebagai subjek penyelidikan, bukan sebagai jurnalis.' Dia menekankan pentingnya mengakui kekerasan tersembunyi yang banyak dialami perempuan dalam diam, dan menegaskan bahwa masyarakat perlu menghadapi isu-isu tersebut dengan lebih proaktif.
Kisah Kim Joo-ha mengemas rasa sakit psikologis yang banyak dialami perempuan dalam situasi kekerasan rumah tangga. Pengalamannya menyoroti realitas menyedihkan di mana perempuan sering mengorbankan identitas dan martabat mereka untuk mempertahankan pernikahan, isu yang perlu menjadi diskusi lebih luas di masyarakat. Membagikan rasa sakit pribadi dalam forum publik seperti itu dapat memberikan dorongan besar kepada perempuan yang berada dalam keadaan serupa.
Penyelidikan yang berasal dari kasus mantan suaminya melampaui narasi pribadinya, menyentuh isu sosial seputar stigma. Luka psikologis yang ditimbulkan oleh insiden ganja mengungkapkan percakapan yang lebih luas tentang penilaian sosial yang dihadapi banyak wanita dalam keadaan serupa. Dengan membawa pengalaman yang tidak menyenangkan ini ke permukaan, masyarakat dapat memicu perubahan dan mendorong pemahaman yang lebih besar terhadap kompleksitas yang terlibat.
Pengalaman Kim Joo-ha berfungsi sebagai pengingat pentingnya berbicara untuk para korban kekerasan rumah tangga. Pengungkapan publiknya dapat menjadi cahaya harapan bagi korban, mendorong lebih banyak individu untuk membagikan keadaan mereka dan mencari solusi untuk masalah yang mereka hadapi.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily