Lagu utama 'CROWN' menunjukkan identitas musik modern mereka.
Album ini menghubungkan masa lalu dan sekarang, menetapkan standar baru di industri K-pop.
Dalam dunia K-pop, artis sejati tidak hanya mengikuti tren, mereka menciptakan tren tersebut. Di sinilah EXO menonjol saat mereka kembali dari jeda dengan album studio ke-8 mereka, 'REVERXE', yang dirilis pada 19 Januari. Album ini terdiri dari 9 lagu, termasuk lagu utama 'CROWN.'
Judul 'REVERXE' mewakili istilah yang direka ulang dari alam semesta EXO, yang menyiratkan kelahiran dunia baru. Mereka telah menetapkan standar untuk 'pembangunan dunia' di K-pop, dan album ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan mereka melalui trek yang kohesif.
Lagu utama 'CROWN' menghadirkan energi yang kuat dengan ritme yang berat, memperkuat identitas musik EXO. Selain itu, elemen eksperimental yang terjalin di seluruh album menunjukkan fleksibilitas mereka di berbagai genre.
Album 'REVERXE' berfungsi sebagai redefinisi perjalanan musikal EXO. Khususnya, hubungan konsisten antara judul album dan isinya ditunjukkan melalui lagu 'CROWN,' yang menandakan kembalinya mereka dalam bentuk modern, memberikan kegembiraan baru bagi penggemar yang sudah ada.
Lebih jauh lagi, 'REVERXE' melampaui sekadar kembali bermusik; ini juga melambangkan perluasan semesta yang telah mereka bangun dalam K-pop. Setiap trek bertindak sebagai elemen penghubung dalam narasi mereka, berhasil mengabadikan perjalanan EXO dalam struktur fisik yang menggugah dan mendalam. Ekosistem lagu ini membentuk sesuatu yang lebih dari sekadar album pop standar.
Pada akhirnya, album ini menandai bukan sekadar pengingat akan kejayaan masa lalu, tetapi kelahiran kembali EXO dalam keadaan mereka saat ini. Lagu-lagu seperti 'I’m Home' menangkap momen yang sudah lama ditunggu oleh penggemar, menjadikannya potongan penting yang menandakan awal dari bab baru mereka.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: SM Entertainment