Janji-janji tersebut termasuk meningkatkan transparansi dan menggandakan royalti hak cipta.
Ia bertekad untuk mendorong perkembangan asosiasi selama empat tahun ke depan.
[TV Daily Reporter Lee Gi-eun] Ishia dari band rock The Cross terpilih sebagai ketua baru Asosiasi Hak Cipta Musik Korea (KMC). Pada 16 Desember, hasil pemilihan menunjukkan bahwa ia memperoleh 472 dari total 787 suara, mengalahkan kandidat lain, Kim Hyung-seok. Masa jabatannya akan dimulai pada 2026 dan berlangsung selama empat tahun.
Segera setelah pengumuman pemilihannya, Ishia menyampaikan rasa terima kasih kepada pesaingnya dan berjanji, “Saya akan menjaga janji-janji saya,” menekankan komitmennya terhadap pengembangan asosiasi. Kampanyenya menyoroti reformasi yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan menggandakan royalti hak cipta, yang menarik perhatian besar.
Sebagai penyanyi utama The Cross, Ishia telah meraih kesuksesan dengan lagu-lagu seperti 'Don't Cry' dan 'For You,' dan ia juga menjabat sebagai dosen tambahan di Universitas Sejong dalam manajemen distribusi dan logistik.
Pemilihan Ishia sebagai ketua KMC menandai momen penting bagi pengelolaan hak cipta musik di Korea. Komitmennya untuk meningkatkan transparansi dan menggandakan royalti hak cipta tidak hanya beresonansi dengan seniman terkemuka tetapi juga menjanjikan untuk menangani masalah yang telah berlangsung lama di industri ini. Fokus pada distribusi royalti yang adil akan sangat penting bagi seniman yang berjuang untuk mendapatkan kompensasi yang setara atas karya mereka.
The Cross telah berperan penting dalam membentuk identitas musik Ishia, dengan gaya vokal yang khas dan keterampilan menulis lagu yang ia bawa. Sebagai ketua, latar belakangnya dapat memfasilitasi platform bagi seniman dalam asosiasi untuk menyuarakan kekhawatiran mereka dan terlibat dalam diskusi tentang reformasi. Ini dapat mengarah pada atmosfer yang lebih kolaboratif yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi bagi semua anggota industri.
Akhirnya, masa jabatan Ishia mewakili lebih dari sekadar kenaikan individu; ini dapat mendefinisikan kembali masa depan pengelolaan hak cipta di Korea. Empat tahun ke depan akan menjadi krusial saat ia mengartikulasikan dan melaksanakan strategi konkret untuk meningkatkan keadaan hak cipta musik, menarik perhatian baik seniman maupun penggemar.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily