Gadai ini terkait dengan masalah biaya layanan styling internal di ADOR.
ADOR mengklaim tanggung jawab manajerial Min dan sedang menuntut ganti rugi.
Min Hee-jin, mantan CEO ADOR, harus mengalami gadai sebesar 5 miliar KRW pada apartemennya di Yongsan, Seoul. Pengadilan Distrik Barat Seoul, Divisi Perdata ke-21, pada 23 Desember 2024, memungkinkan permohonan dari ADOR untuk membatasi disposisi aset debitur sebagai langkah keamanan. Apartemen di Yongsan ini terpisah dari gadai yang diberikan sebelumnya pada sebuah unit perumahan multi-keluarga di Yeonnam-dong, Mapo-gu. Menurut laporan, masalah ini berakar pada penanganan biaya layanan styling yang buruk selama masa jabatan Min, di mana terungkap bahwa kepala tim styling menerima biaya layanan secara pribadi dari pengiklan eksternal, yang menyebabkan Layanan Pajak Nasional memberlakukan pajak tambahan pada sekitar 700 juta KRW, yang dianggap seharusnya diakui sebagai pendapatan ADOR.
Situasi ini menyoroti masalah keuangan yang muncul selama masa jabatan Min Hee-jin di ADOR, menekankan perlunya sistem pengendalian internal yang ketat dalam perusahaan. Penanganan biaya layanan styling dengan buruk mencerminkan bukan hanya kelalaian individu tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang tanggung jawab manajerial dan transparansi dalam perusahaan. Bagaimana ADOR menangani gadai ini dan dampak hukumnya kemungkinan akan memiliki implikasi besar bagi integritas operasional dan kepercayaan merek ke depan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily