KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Putusan Hukum, Dolphin Kidnappers Harus Membayar 1 Miliar Won untuk Unggahan MV NewJeans Tanpa Izin

Putusan Hukum, Dolphin Kidnappers Harus Membayar 1 Miliar Won untuk Unggahan MV NewJeans Tanpa Izin
Pengadilan memutuskan bahwa Dolphin Kidnappers harus membayar 1 miliar won karena mengunggah video musik NewJeans tanpa izin.
Dolphin Kidnappers dianggap telah melanggar kontrak dengan Ador.
Putusan ini diharapkan memiliki dampak besar pada standar pengelolaan IP konten.

[TV Daily Reporter Kim Ji-hyun] Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan bahwa perusahaan produksi Dolphin Kidnappers harus membayar 1 miliar won sebagai ganti rugi karena mengunggah versi sutradara dari video musik NewJeans tanpa persetujuan agensi mereka, Ador. Jumlah ini termasuk bunga keterlambatan 12% tahunan dari 14 Desember 2024.

Konflik ini muncul ketika Dolphin Kidnappers mengunggah video musik ‘ETA’ versi sutradara NewJeans ke saluran YouTube mereka tanpa izin pada Agustus 2024. Ador mengklaim pemilikan hak cipta dan hak penggunaan, menyatakan bahwa kontrak memberikan hak tersebut. Sebaliknya, Dolphin Kidnappers berargumen bahwa ada kesepakatan lisan dengan mantan CEO Ador dan bahwa praktik industri membuat tindakan mereka valid.

Pengadilan menolak klaim ini, menekankan bahwa hak cipta dan hak penggunaan yang dimaksud tercantum dalam kontrak. Putusan ini mempertentangkan kebebasan kreatif dengan hak kontraktual, menandai preseden penting untuk pengelolaan IP dalam industri konten.

Pertama, putusan ini menegaskan kembali pentingnya melindungi hak dalam kolaborasi antara artis dan produser. NewJeans, sebuah grup yang sedang naik daun dengan cepat, menunjukkan alasan mengapa karya dan IP mereka harus lebih dilindungi secara ketat. Kasus ini bukan hanya sengketa kontrak, tetapi juga sebagai dasar hukum yang signifikan untuk melindungi kreasi artis.

Kedua, pengadilan dengan jelas menyatakan bahwa kesepakatan lisan atau praktik industri tidak memiliki keabsahan hukum. Wawasan ini mengisyaratkan masalah umum dalam produksi lepas dan menekankan perlunya pencipta konten untuk memahami hak IP mereka dengan jelas. Produser harus mematuhi dengan ketat rincian kontrak, dan mengingatkan mereka tentang tanggung jawab hukum yang mungkin mereka hadapi jika dilanggar.

Terakhir, putusan ini menetapkan preseden penting di seluruh industri konten. Dengan isu-isu yang berkaitan dengan pengelolaan IP yang semakin rumit, kasus ini dapat berfungsi sebagai titik acuan hukum untuk situasi serupa di masa mendatang. Ada kebutuhan yang semakin berkembang untuk penegakan kontrak yang lebih teliti dan perlindungan hak pada saat ini.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: TVDaily

Source: tvdaily.co.kr