Kedua belah pihak terlibat dalam perdebatan tajam mengenai tuduhan ILY melakukan plagiarisme.
Kasus ini mendorong kita untuk mempertimbangkan kembali isu perlindungan artis di dalam industri hiburan.
[TV Daily Reporter Kim Han-gil] Sidang kelima dari gugatan kerugian sebesar 2 miliar won antara BILIFRAP, agensi grup ILY, dan mantan CEO Adore Min Hee-jin akan berlangsung hari ini di Pengadilan Distrik Barat Seoul. Sidang sore ini diharapkan akan fokus pada isu spesifik terkait klaim kerugian yang diajukan oleh BILIFRAP terhadap Min.
Dalam sidang keempat, BILIFRAP mengklaim bahwa Min secara publik menggugah opini publik dengan menuduh ILY menjiplak New Jeans, yang mengakibatkan kerugian serius bagi para artis dan perusahaan. Mereka menyoroti contoh konkret kerugian, termasuk penurunan pesanan album dan pembatalan jadwal iklan, dengan menegaskan bahwa pernyataan Min sama dengan penyebaran informasi palsu.
Di sisi lain, tim Min berpendapat bahwa tuduhan tersebut merupakan ekspresi pendapat yang sah dilakukan dalam menjalankan kewajiban kontraktual mereka untuk melindungi identitas artis. Selain itu, mereka berargumen bahwa kontroversi tentang kesamaan sudah ada bahkan sebelum debut ILY dan bahwa sulit untuk menetapkan hubungan sebab akibat langsung antara pernyataan Min dan kerugian yang diklaim. Sidang ini kemungkinan akan lebih memperjelas hal-hal tersebut.
Pertikaian hukum ini bukan hanya sekadar gugatan kerugian, tetapi juga menyoroti isu penting mengenai profesionalisme di industri hiburan dan identitas artis. Tuduhan plagiarisme dalam karya seni adalah topik sensitif di dalam domain ini, dan implikasi dari kasus ini bisa memiliki konsekuensi yang jauh jangkauannya bagi industri. Hasil dari kasus ini dapat menetapkan patokan preseden untuk insiden serupa, terutama mengingat suara artis telah memainkan peran penting dalam banyak kasus sebelumnya.
Selain itu, kewajiban untuk melindungi artis dan isu pencemaran nama baik yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak memerlukan diskusi yang lebih mendalam dalam sektor hiburan. Artis berinteraksi dengan masyarakat melalui karya kreatif mereka, namun mereka juga menghadapi risiko tanggung jawab yang mungkin timbul dari karya mereka. Menemukan perlindungan hukum untuk situasi semacam itu adalah hal yang penting.
Kasus ini melampaui kepentingan satu artis dan mengungkapkan isu-isu struktural dalam lanskap hiburan Korea. Ini berfungsi sebagai lensa kritis melalui mana hubungan antara artis dan lingkungan sekitarnya dapat diperiksa, yang berpotensi meletakkan dasar bagi ekosistem industri yang lebih sehat di masa depan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily