KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Harapan Meningkat untuk Mengangkat Larangan Hallyu: Kesempatan Baru untuk Budaya K di 2026

Harapan Meningkat untuk Mengangkat Larangan Hallyu: Kesempatan Baru untuk Budaya K di 2026
Harapan untuk mengangkat larangan Hallyu meningkat setelah KTT antara Korea Selatan dan Tiongkok.
Sektor hiburan K siap untuk peluang baru dengan pembukaan kembali pasar Tiongkok.
Agensi utama kemungkinan akan mendapatkan manfaat dari perubahan ini.

Pembicaraan antara pemimpin Korea Selatan dan Tiongkok baru-baru ini telah meningkatkan harapan untuk pelonggaran larangan Hallyu. Dengan potensi pembukaan kembali pasar Tiongkok, sektor hiburan K siaga untuk peluang baru.

Sejak penempatan sistem pertahanan rudal THAAD pada tahun 2016, larangan Hallyu telah membatasi distribusi K-pop, drama, dan film Korea di Tiongkok. Meskipun pemerintah Tiongkok tidak secara resmi mengakui larangan tersebut, pertukaran budaya tetap terhambat, yang berdampak signifikan pada industri hiburan domestik.

Selama KTT di Beijing pada tanggal 5, Presiden Lee Jae-myung dan Presiden Xi Jinping mencapai kesepakatan tentang pentingnya pertukaran budaya dan menyetujui untuk memperluasnya secara bertahap. Perkembangan ini dilihat sebagai sinyal positif oleh banyak pemangku kepentingan di industri konten K, terutama mengenai potensi dilanjutkannya acara K-pop.

KTT baru-baru ini menandai titik balik penting bagi budaya K, didorong oleh harapan untuk mengangkat larangan Hallyu. Terutama, pembukaan kembali pasar Tiongkok dapat memicu perubahan positif di berbagai sektor, termasuk hiburan K, kecantikan K, dan permainan.

Perusahaan-perusahaan besar seperti SM Entertainment dan JYP Entertainment kemungkinan akan mendapatkan manfaat dari perkembangan ini, karena mereka mungkin menargetkan pasar yang lebih besar melalui kolaborasi dengan entitas Tiongkok, yang berkontribusi pada ekspansi global budaya K.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pengangkatan larangan Hallyu secara langsung kurang mungkin; pelonggaran secara bertahap diantisipasi. Dengan demikian, industri harus tetap berhati-hati terhadap perubahan-perubahan ini dan mengawasi respon Tiongkok dengan saksama.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: TVDaily

Source: tvdaily.co.kr