Lagu utama menampilkan narasi adiktif dan ketukan yang kuat.
Mereka bercita-cita untuk ekspansi global berdasarkan konsep neo mereka.
[TV Daily reporter Choi Hana] Ikon K-POP NCT 127 kembali pada 16 September dengan album studio keempatnya, '2 Baddies.' Album ini menampilkan lagu utama '2 Baddies,' yang ditandai dengan narasi yang adiktif dan ketukan yang kuat, bersama dengan total 12 lagu yang mencakup berbagai genre. Melalui musik mereka, mereka menyampaikan pesan tentang pertumbuhan dan aktualisasi diri.
Sejak debut, NCT 127 telah mengikuti konsep unik yang disebut 'neo,' yang mengadopsi perubahan dan tantangan. Dari lagu debut mereka 'Fire Truck,' mereka telah menunjukkan identitas musik yang jelas di setiap album, yang telah membantu memperkuat rasa diri mereka.
Nama grup '127' mencerminkan garis bujur Seoul, melambangkan ambisi mereka untuk memperluas K-POP secara global. Dengan peluncuran album ini, NCT 127 semakin menekankan visi artistik unik mereka, menetapkan tonggak baru di bidang musik dan pertunjukan.
Album baru NCT 127 '2 Baddies' dengan jelas menampilkan identitas grup. Lagu utama, yang menampilkan melodi yang adiktif dan ketukan yang kuat, secara efektif melukiskan keragaman musik mereka. Penekanan yang signifikan pada bagian rap membedakan mereka dari standar K-POP tradisional, karena mereka terus mengeksplorasi ide-ide musik inovatif melalui lagu-lagu hits mereka.
Mempertahankan identitas di pasar K-POP saat ini bukanlah tugas yang mudah. Di tengah persaingan ketat di antara berbagai artis, NCT 127 berhasil membedakan diri mereka melalui konsep 'neo' yang unik. Identitas ini terus relevan seiring waktu, saat mereka membangun citra yang lebih kuat melalui keterlibatan mereka dengan penggemar.
Kesuksesan mereka tidak hanya terbatas pada pencapaian musik; ini juga memainkan peran penting dalam membentuk fandom global. Dengan peringkat tinggi di berbagai tangga lagu, mereka mengukuhkan keberadaan mereka di pasar global, menunjukkan potensi pertumbuhan yang terus-menerus bagi NCT 127.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: SM Entertainment