Dikenal dengan Mijoo sebagai pusat, para anggota meningkatkan suasana akhir tahun.
Reuni mereka menyentuh hati para penggemar.
[TV Daily Reporter Lee Ki-eun] Lovelyz membuat kembalinya yang penuh kehangatan kepada penggemar di akhir tahun ini. Penampilan mereka ditayangkan di '2025 KBS Music Festival Global Festival' di KBS2 pada tanggal 19, menandai pertemuan kembali setelah waktu yang lama. Menutup bagian kedua acara, Lovelyz tampil di panggung dengan kostum yang mengingatkan pada Santa putih, memamerkan kecantikan dan daya tarik pemandangan mereka.
Pusat grup, Mijoo, telah meningkatkan pengakuannya melalui penampilan aktif di acara variasi baru-baru ini. Vokal ethereal mereka dan kualitas pertunjukan tinggi memikat penonton, saat lagu hit mereka 'Ah-Choo' dan lagu musim dingin 'Jong-Sori' secara sempurna berpadu untuk meningkatkan suasana akhir tahun.
Memulai debutnya pada November 2014, Lovelyz adalah grup gadis yang dicintai karena lagu-lagu seperti 'Candy Jelly Love', 'Destiny (My Earth)', dan 'Jong-Sori'. Meskipun anggota-anggota berpisah ke agensi yang berbeda pada 2021, reuni lengkap mereka hari ini membawa kebahagiaan yang hangat kepada penggemar.
Penampilan Lovelyz di 'Festival Musik KBS' menandakan lebih dari sekedar reuni; ini menyoroti ikatan dan kerja tim yang masih ada di antara anggota yang telah menempuh jalan yang berbeda. Secara musikal, lagu-lagu klasik dan menawan mereka membangkitkan perasaan hangat serasi untuk akhir tahun, memberikan kenyamanan pada penggemar.
Yang paling menonjol, posisi Mijoo sebagai pusat menunjukkan evolusinya melalui penampilan acara variasi baru-baru ini, menyiratkan perannya yang ganda sebagai anggota penting grup dan artis solo. Dualitas ini diperkirakan akan memberikan dampak positif pada aktivitas grup mendatang.
Selain itu, penampilan ini menunjukkan bagaimana grup seperti Lovelyz dapat memainkan peran penting dalam mewakili K-POP saat ini menjadikannya sebagai kekuatan budaya global. Kemampuan mereka untuk menciptakan momen-momen berkesan dengan penggemar sambil tetap mempertahankan identitas unik mereka patut diakui.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily