Hakim mencatat bahwa pertanyaan dari kedua belah pihak kurang relevansi dengan gugatan.
Min mengekspresikan emosinya dengan jujur di pengadilan.
Mantan CEO Ador, Min Hee-jin, menunjukkan sikap tegas dalam pertempuran hukum melawan HYBE. Selama sidang pengadilan mengenai sengketa hak opsi put senilai 26 miliar KRW, Min ditanya tentang percakapan Messenger dengan seorang dukun di mana ia diduga mengatakan, 'Saya sangat menginginkannya.' Min membantah bahwa percakapan ini bersifat pribadi dan tidak terkait dengan perjanjian pemegang saham, menyatakan itu hanya ungkapan emosinya terkait kantor perusahaan. Dia juga membantah tuduhan 'menyerang' selama proses pertanyaan. Hakim akhirnya ikut campur, menunjukkan bahwa relevansi pertanyaan tersebut kurang.
Tanggapan Min Hee-jin di pengadilan telah menarik perhatian publik, terutama setelah pengungkapan komunikasi dengan seorang dukun. Situasi ini melampaui kepercayaan pribadi dan menyelami konteks sosial tertentu, menimbulkan pertanyaan tentang posisi praktik dukun dalam masyarakat modern. Kontroversi di sekitar dirinya dapat memengaruhi citra publiknya secara positif atau negatif.
Selain itu, ekspresi emosionalnya di pengadilan mencerminkan bagaimana konflik pribadi dikelola dalam kerangka profesional. Dia menegaskan hak hukumnya sambil mempertahankan martabatnya dan secara terbuka berbagi emosinya, yang dapat lebih meningkatkan statusnya sebagai ikon budaya pop.
Akhirnya, kasus ini menyoroti hubungan rumit antara industri hiburan Korea dan isu hukum. Situasi Min Hee-jin tidak terbatas pada konsekuensi pribadi, tetapi dapat memperluas dampaknya di seluruh industri. Efek dari pertempuran hukum semacam ini di sektor hiburan perlu dipantau dengan seksama di masa mendatang.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily