Sidang hari ini membahas gugatan pembatalan perjanjian pemegang saham dan gugatan terkait opsi jual.
Pernyataan di pengadilan bisa berdampak negatif pada citra publiknya.
Mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, kembali hadir di pengadilan untuk kasus 'Opsi Jual 260 Miliar Won'. Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Divisi Perdata 31, akan mengadakan sidang untuk gugatan pembatalan perjanjian pemegang saham yang diajukan oleh HYBE terhadap Min, serta gugatan klaim harga penjualan saham terkait opsi jual yang diajukan oleh Min terhadap HYBE. Pada sidang kali ini, pengadilan diharapkan untuk melakukan pemeriksaan ketiga terhadap Min.
Pada sidang sebelumnya yang diadakan pada 27 November, Min mempertahankan posisinya selama sekitar enam jam, membantah tuduhan keterlibatan New Jeans, penyusunan dokumen di antara mantan eksekutif ADOR, dan upaya perebutan kekuasaan. Ia menyatakan bahwa dirinya bertahan berkat New Jeans, tetapi menerima kritik karena sering menjawab dengan "Saya tidak tahu" atau "Saya tidak dapat mengingat" untuk banyak pertanyaan.
Sesi ini diadakan atas permintaan pihak Min untuk waktu tambahan. Gugatan mengenai opsi jual senilai 260 miliar won telah muncul sebagai isu utama dalam kasus perjanjian pemegang saham, karena pembatalan perjanjian pemegang saham akan memengaruhi keabsahan opsi jual.
Kehadiran Min Hee-jin di pengadilan lebih dari sekadar prosedur hukum; ini mengungkapkan filosofi manajemennya dan situasi kompleks setelah akuisisi perusahaannya. Sebagai mantan pemimpin ADOR yang dikenal dengan tim inovatif seperti New Jeans, Min tampaknya berusaha melindungi nilai kesuksesan mereka. Namun, tuduhan terhadapnya membuat bayangan pada citra dirinya, terlepas dari pernyataan atau hasil pengadilan.
Jawabannya yang sering berupa 'Saya tidak tahu' selama proses pengadilan dapat dianggap sebagai sumber kritik, yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahwa dia berusaha menyembunyikan kebenaran. Oleh karena itu, di luar respons hukum, Min perlu strategi yang mempertimbangkan persepsi publik. Di era di mana transparansi dan kepercayaan dalam bisnis sangat dibutuhkan, pengelolaan citra menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Sidang bersamaan dari kedua kasus ini sangat penting, terutama mengingat jika perjanjian pemegang saham dinyatakan tidak berlaku, opsi jual pun akan menjadi tidak valid. Mengingat hal ini, bisa menyebabkan perubahan signifikan dalam hubungan dan nilai saham antara Min dan HYBE. Kesimpulannya, kasus ini dapat memengaruhi perbincangan mengenai kerangka hukum dan tata kelola perusahaan dalam industri hiburan Korea.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Song Sun-mi