KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Lee Ji-hoon dari 'Our Ballad' Mimpi Musik yang Menyentuh

Lee Ji-hoon dari 'Our Ballad' Mimpi Musik yang Menyentuh
Lee Ji-hoon mengekspresikan perasaannya sebagai runner-up di 'Our Ballad', merayakan rekreasi emosi murni di atas panggung.
Ia bertujuan untuk menetapkan identitas musiknya sambil menghormati warisan Kim Kwang-seok.
Melalui tur konser nasional yang akan datang, ia ingin memperdalam hubungan dengan penggemarnya.

[TV Daily Kim Han-gil Reporter] Lee Ji-hoon, runner-up dari 'Our Ballad', berbagi perasaannya tentang final.

Acara ini, yang berakhir pada 2 Desember, menampilkan peserta dengan rata-rata usia 18.2 tahun, menghadirkan nostalgia kepada penonton melalui interpretasi mendalam terhadap balada klasik. Lee Ji-hoon, seorang siswa berusia 17 tahun dari almamater mendiang Kim Kwang-seok, menyatakan kekagumannya yang mendalam terhadap artis tersebut dan mencatat bahwa ia membuat lagu-lagunya sendiri dan bukan sekadar meniru.

Lahir dari ibu Kazakhstan dan ayah Korea, penampilan eksotis Lee terkadang menarik perhatian di panggung, tetapi ia bertujuan untuk fokus hanya pada musiknya. Penampilannya di semifinal dengan lagu Lee Moon-sae 'Tawa Dia' mencerminkan emosi yang tulus dan menampilkan cinta keluarga yang mendalam di dalam narasi yang menyentuh.

Ketika ditanya tentang menjadi runner-up, Lee mengungkapkan kegembiraan yang luar biasa karena berhasil merekonstruksi panggung impiannya pada tingkat yang tinggi. Ia juga mengungkapkan bahwa pengaruh ibunya memainkan peran signifikan dalam membimbing seninya. Lee berharap bisa menciptakan musik yang berfungsi sebagai bangku yang nyaman bagi pendengarnya, menawarkan penghiburan dalam perjalanan emosional mereka yang beragam.

Perjalanan musik Lee Ji-hoon menjadi contoh bagaimana ia mengadopsi warisan artistik almarhum Kim Kwang-seok sambil membentuk identitas uniknya. Kekagumannya yang mendalam terhadap pengaruh ibunya menunjukkan komitmen untuk menciptakan musik yang bersifat otobiografi. Ini sejalan dengan tren yang lebih luas dalam musik kontemporer, di mana narasi pribadi dan emosi memainkan peran penting dalam menjembatani pembagian generasi.

Balada-balada yang ia bawakan lebih dari sekadar penyampaian emosi, menjelajahi spektrum perasaan yang bergema dengan penonton. Lee Ji-hoon siap tumbuh lebih dari sekadar penyanyi balada, muncul sebagai artis yang mengkomunikasikan pesan-pesan yang berakar pada kemanusiaan. Ini mencerminkan keinginannya untuk terlibat dengan penggemar sambil menavigasi kompleksitas cinta dan kesedihan.

Lebih jauh, tur konser mendatang menandakan kesempatan bagi Lee untuk menetapkan identitas musiknya dan memperkuat hubungan dengan audiensnya. 'Tur Konser Nasional Our Ballad' bukan sekadar panggung, tetapi platform untuk mencapai aspirasi musiknya dan mendekatkan diri kepada para penggemarnya.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: Sihyeonada

Source: tvdaily.co.kr