Adore mengungkapkan niatnya untuk mengajukan bukti baru terkait 'pemalsuan'.
Sidang berikutnya dijadwalkan pada 11 Juni.
[TV Daily Reporter Kim Han-gil] Adore dan mantan anggota Newjeans Daniel Marsh berseteru mengenai dugaan penundaan dalam sidang pertama gugatan kompensasi kerugian mereka. Adore mengisyaratkan rencana untuk mengajukan klaim dan bukti baru guna mendukung tuduhan 'pemalsuan'. Pada sore 14 Mei, Pengadilan Distrik Pusat Seoul Divisi Perdata 31, di bawah Hakim Nam In-soo, melaksanakan sidang pertama dari gugatan Adore terhadap Daniel dan mantan perwakilan Min Hee-jin. Adore menghentikan kontrak eksklusif Daniel pada bulan Desember tahun lalu, menilai bahwa Daniel dan keluarganya bertanggung jawab atas sengketa yang terjadi, dan kemudian mengajukan gugatan kompensasi kerugian senilai total 43,1 miliar KRW. Selama sidang pendahuluan pada bulan Maret, pihak Daniel mengklaim bahwa Adore dengan sengaja menunda proses hukum dengan memperluas ruang lingkup terdakwa, sementara Adore membantah setiap niat untuk memperpanjang proses hukum.
Kasus ini tidak hanya menunjukkan konflik hukum dalam industri hiburan tetapi juga memicu masalah kepercayaan antara perusahaan dan artis. Pernyataan Adore mengenai 'pemalsuan' menandakan hilangnya kepercayaan yang melampaui sengketa kontrak biasa. Isu sentral terletak pada perbedaan interpretasi istilah hukum antara kedua belah pihak, yang menyoroti oposisi yang jelas dalam posisi mereka.
Selain itu, implikasi kebebasan artistik Daniel di tengah masalah hukum ini sangat signifikan. Meskipun Adore mengklaim bahwa Daniel masih dapat melanjutkan aktivitas selama persidangan, hal ini menimbulkan skeptisisme mengenai komunikasi dengan penggemar dan keaslian keterlibatannya. Masalah tersebut secara langsung mempengaruhi jalur dan persepsi publik Daniel.
Selanjutnya, jika Adore mengajukan bukti baru, ini bisa secara signifikan mengubah arah kasus ini. Putusan pengadilan akan tergantung pada bukti yang diajukan, sehingga penting untuk mengamati bagaimana interpretasi hukum dapat melampaui sekadar penghentian kontrak.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily