Petisi terkait tuduhan mengenai biaya rapat dan pembayaran royalti telah diajukan.
Asosiasi memerlukan klarifikasi kandidat untuk memulihkan kepercayaan.
Asosiasi Hak Cipta Musik Korea (KMCA) menghadapi masalah transparansi menjelang pemilihan presiden mendatangnya, dengan calon Ishihara menjadi pusat berbagai tuduhan. Pemilihan presiden ke-25 yang dijadwalkan pada 16 Desember telah menarik perhatian besar di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai integritas calon tersebut.
Kontroversi utama berputar di sekitar klaim mengenai sejumlah besar uang rapat dan royalti hak cipta yang diduga diterima oleh Ishihara selama masa kepemimpinan presiden sebelumnya Hong Jin-young. Selama hearing publik pada 3 Desember, Ishihara membantah tuduhan menerima lebih dari 50 juta won dalam biaya rapat dan berjanji untuk merilis distribusi rinci mengenai klaim royalti bulanan melebihi 10 juta won, namun tidak ada dokumentasi semacam itu yang nampaknya telah disampaikan.
Didirikan pada tahun 1964, KMCA baru-baru ini merayakan melebihi 60.000 anggota, menandai pencapaian signifikan bagi organisasi tersebut. Namun, sorotan pada tuduhan terhadap Ishihara tidak lama sebelum pemilihan menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan dampak negatif terhadap reputasi asosiasi.
Tuduhan seputar penerimaan biaya rapat oleh Ishihara secara signifikan menyoroti masalah transparansi dalam KMCA. Penjelasan yang cepat dan jelas terkait tuduhan ini sangat penting untuk memastikan keadilan di pasar hak cipta musik. Anggota tampaknya menginginkan kepemimpinan yang dapat mereka percayai untuk operasi masa depan asosiasi, tuntutan yang kemungkinan akan berdampak kritis pada hasil pemilihan presiden mendatang.
Selain itu, masalah pembayaran royalti hak cipta tetap menjadi salah satu topik paling sensitif yang memengaruhi pencipta. Meskipun Ishihara telah berkomitmen untuk mengungkapkan distribusi rinci, penundaan dalam pengajuan dokumentasi telah menyebabkan banyak orang meragukan klaimnya. Karena KMCA mengedepankan perlindungan hak pencipta, kontroversi ini pada akhirnya dapat merusak kredibilitas asosiasi.
Jika Ishihara gagal menyelesaikan masalah ini secara memuaskan, kemungkinannya untuk mendapatkan kursi kepresidenan akan menurun secara signifikan. Ini bisa memengaruhi arah kebijakan dan pertumbuhan KMCA di masa depan, sehingga penting bagi kandidat untuk secara aktif menangani dan menjelaskan tuduhan ini.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: KMCA YouTube