Penyelenggara mengklaim bahwa promosi selama dua jam adalah narasi yang keliru.
Bada menyatakan bahwa dia tidak terlibat langsung dalam detail acara tersebut melalui agensi eksternal.
Konser gratis Bada yang diadakan di Seocho, Seoul telah menjadi sorotan karena promosi panjang untuk layanan pemakaman. Laporan menunjukkan bahwa sekitar dua jam kegiatan promosi berlangsung sebelum konser dimulai, yang memicu frustrasi penonton terkait waktu pemasaran yang berlebihan.
Sebagai tanggapan, penyelenggara acara membantah klaim mengenai 'promosi dua jam,' menegaskan bahwa segmen promosi yang sebenarnya berlangsung sekitar 60 menit, dan bahwa peserta memiliki kebebasan untuk datang dan pergi. Perwakilan Bada menjelaskan bahwa konser diatur melalui agensi eksternal tanpa input artistik langsung ke dalam struktur acara.
Mereka mencatat bahwa waktu promosi telah dikomunikasikan sebelumnya, menunjukkan bahwa para penonton menyadari detail ini sebelum menghadiri.
Kontroversi ini menyoroti masalah kepercayaan antara artis dan penggemarnya. Bada telah aktif tampil, tetapi situasi yang tidak menyenangkan ini dapat mengecewakan para pendukungnya. Meskipun mengiklankan konser gratis, promosi panjang layanan pemakaman dapat menciptakan rasa tidak puas di kalangan audiens muda.
Selain itu, mengingat tren pasar saat ini, promosi produk sebelum acara dapat merusak kepercayaan audiens, menciptakan narasi yang rumit. Komersialisasi yang berlebihan dapat berdampak langsung pada citra artis, sehingga Bada perlu mengambil langkah pencegahan untuk menghindari masalah serupa di masa depan.
Lebih lanjut, perlu ada pemisahan yang lebih jelas mengenai peran sponsor dan penyelenggara acara. Badan penyelenggara harus berhati-hati agar tidak berdampak negatif pada citra artis dan harus mengkomunikasikan informasi seperti ini secara transparan kepada audiens sebelumnya.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily