Album ini mencakup 11 balada ikonik yang mewakili tahun 1990-an.
Para artis akan menginterpretasikan kembali lagu-lagu tersebut, menarik bagi para penggemar musik.
[TV Daily Kim Han-gil] Acara SBS 'Our Ballad' akan merilis album kompilasi yang menampilkan balada tahun 1990-an. Album berjudul 'Our Ballad Best (BEST) 2' akan diluncurkan pada pukul 12 siang pada tanggal 10 di berbagai platform musik, menciptakan kegembiraan di kalangan penggemar.
Pelepasan ini bertujuan untuk mengumpulkan balada populer yang ditampilkan di acara tersebut menjadi koleksi komprehensif, dengan harapan dapat meningkatkan cerita dan perasaan di balik lagu-lagu yang baru disorot ini. Setelah rilis album terbaik pertama yang berfokus pada balada tahun 1970-an dan 1980-an, yang membangkitkan nostalgia bagi banyak orang, album baru ini merangkum esensi balada terbaik tahun 1990-an. Dengan total 11 lagu, pendengar dapat mengharapkan pengalaman yang penuh perasaan.
Artis yang berkontribusi pada album ini termasuk Min Su-hyun, Kim Jae-jun, Kim Yoon-hee, Kwon Mi-na, Lim Ji-sung, Hong Seung-min, Lee Jun-seok, dan Lee Ji-hoon, yang semuanya memberikan interpretasi unik mereka terhadap balada terkenal. Lagu-lagu yang ditampilkan termasuk 'I Hope It Would Be Like That' oleh Cho Yong-pil, 'On the Train to Army' oleh Kim Min-woo, 'In the Shadow of Goodbye' oleh Yoon Sang, dan 'Turning the Pages of Memories' oleh Lee Sun-hee, yang telah dicintai selama bertahun-tahun, menjanjikan reinterpretasi yang menarik.
Rilis 'Our Ballad Best 2' memberikan kesempatan untuk mengingat kembali balada tahun 1990-an dan merenungkan signifikansinya dalam sejarah musik Korea. Tahun 1990-an adalah era yang subur bagi balada yang beragam di Korea Selatan, dengan lagu-lagu dari legenda seperti Cho Yong-pil dan Yoon Sang menjadi dasar budaya musik yang terus beresonansi dengan penonton hingga hari ini.
Artis yang berpartisipasi dalam program ini memiliki kepribadian dan gaya yang unik. Mereka menginterpretasikan kembali lagu-lagu asli tanpa mengorbankan kedalaman emosionalnya, mengalirkan keunikan mereka ke dalam lagu-lagu tersebut. Pendekatan ini mengubah balada tersebut dari sekadar 'artefak sejarah' menjadi karya seni yang hidup dan bernapas yang terhubung dengan pendengar modern.
Akhirnya, 'Our Ballad' mencerminkan tren dan aliran musik populer kontemporer, membangun hubungan musik yang melintasi generasi. Album ini bukan hanya kumpulan lagu, tetapi berfungsi sebagai penghubung bermakna yang menghubungkan masa lalu dan masa sekarang bagi para penggemar musik.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: SM C&C