Namun, secara hukum, pendaftaran ulang tidak mungkin, dan menjalani sisa pelayanan setelah hukuman adalah pilihan realistis.
Kasus ini berfungsi sebagai refleksi tentang pertumbuhan pribadi Minho dan tanggung jawab sosial.
Pada 21 April 2026, Song Minho dari grup WINNER mengungkapkan keinginannya untuk 'melayani kembali' di tengah kontroversi tentang pelayanan militernya yang tidak memadai. Namun, kemungkinan secara hukum untuk mendaftar ulang tetap tidak pasti.
Selama persidangan pertama di Pengadilan Distrik Barat Seoul, tuduhan pelanggaran Undang-Undang Layanan Militer terhadap dirinya dan pejabat pengelola layanan, Lee, dibahas. Dari Maret 2023 hingga Desember 2024, Minho menjabat sebagai pekerja layanan sosial tetapi menghadapi kritik karena ketidakhadiran yang habitual. Di persidangan, dia mengakui kesalahannya, dan jaksa menuntut hukuman penjara.
Pengacaranya menyebutkan stres mental dan menekankan niatnya untuk melayani kembali. Dalam pernyataan penutupnya, Minho mengungkapkan penyesalan karena tidak memenuhi kewajiban pertahanan nasional dan mengulangi harapannya untuk melayani kembali. Namun, berdasarkan undang-undang militer saat ini, pendaftaran ulang tidak diterima; sebagai gantinya, hukuman untuk pelanggaran pelayanan lebih diutamakan. Setelah persidangan, satu-satunya pelayanan tulus yang bisa dia tunjukkan adalah menyelesaikan periode perpanjangan yang ditetapkan oleh hukum.
Keinginan Minho untuk melayani kembali dapat diartikan sebagai cara untuk menunjukkan ketulusan di tengah pelanggaran hukum militer yang sedang dihadapinya. Isu ini melampaui pelayanan militer semata, mencerminkan bagaimana dia memandang perannya sebagai seorang pemuda dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat.
Penggemar dan publik kemungkinan akan memiliki reaksi campur aduk terhadap keinginannya untuk melayani kembali. Mereka yang sebelumnya mendukung musik dan aktivitasnya mungkin berharap agar dia memiliki kesempatan untuk memberi kembali kepada masyarakat melalui pelayanan militer, tetapi kendala hukum yang membuatnya tidak mungkin dilaksanakan secara realistis dapat membuat mereka merasa kecewa. Akhirnya, situasi ini berfungsi sebagai pemicu diskusi seputar pertumbuhan pribadi Minho di tengah kekhawatiran sosial.
Dalam konteks ini, satu pertanyaan tersisa: Apakah ungkapan Minho tentang keinginan untuk melayani kembali hanyalah upaya untuk mendapatkan pengampunan di pengadilan atau pencarian yang tulus untuk perubahan? Ini dapat menjadi sinyal momen penting dalam karirnya saat dia berdiri di persimpangan untuk potensi kontribusi terhadap masyarakat dan berusaha untuk membuka jalan baru.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: An Seong-hu