Festival ini akan dimulai di Korea Selatan pada 2027 dan akan meluas ke kota-kota besar di seluruh dunia pada 2028.
Proyek ini bertujuan untuk mengangkat fandom K-pop menjadi aset budaya global.
Proyek 'Fanomenon' yang dipimpin oleh Jinyoung Park dari JYP Entertainment semakin mendekati kenyataan. Pada 16 April, laporan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan hiburan besar domestik, termasuk JYP, HYBE, SM Entertainment, dan YG Entertainment, sedang dalam pembicaraan untuk mendirikan usaha patungan. Usaha patungan ini diharapkan berfungsi sebagai platform untuk menjalankan visi Park tentang festival K-budaya global. Sebelumnya, selama peluncuran Komite Pertukaran Budaya pada Oktober 2025, Park mengungkapkan konsep 'Fanomenon', berjanji untuk menciptakan festival musik global yang melebihi Coachella. Ia berencana untuk memulai festival di Korea Selatan pada 2027 dan memperluasnya ke kota-kota besar di seluruh dunia mulai 2028. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan fandom K-pop menjadi aset budaya global yang melampaui sekadar pertunjukan. JYP menekankan bahwa mereka berada di tahap awal dan rencana rinci akan diselesaikan sebagai respons terhadap kondisi pasar.
Saat industri K-Pop bergerak ke arah model kerja sama, proposal Jinyoung Park untuk proyek 'Fanomenon' menjadi sorotan sebagai festival musik global yang potensial. Sektor K-Pop telah beralih dari kerangka persaingan yang dipimpin oleh agensi individu menuju pencarian peluang kolaboratif, dengan Park memanfaatkan pengalamannya di pasar AS untuk mendorong ekspansi global K-budaya. Ambisi ini melampaui sekadar pertunjukan, bercita-cita untuk menjadikan fandom sebagai aset budaya global. Jika visi Park terwujud, ini dapat memberikan dampak positif bagi K-Pop dan budaya Korea secara keseluruhan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Newsis