Dia baru memenuhi satu dari pembayaran angsuran yang dijanjikan.
Berita terbaru tentang hubungannya dengan Lee Hi tertutupi oleh kekhawatiran mengenai situasi utangnya.
Kontroversi mengenai rapper DOKKI (nama asli Lee Jun-kyung) dan utang perhiasan yang tidak dibayar telah muncul kembali. Klaim muncul bahwa dia tidak memenuhi kewajiban utangnya bahkan setelah adanya pengaturan dari pengadilan.
Menurut Cultural Daily pada 3 April, firma hukum Okims, yang mewakili kepentingan hukum perusahaan perhiasan, menyatakan bahwa DOKKI telah setuju untuk membayar utangnya dalam tiga angsuran sesuai keputusan pengadilan, tetapi hingga saat ini hanya satu pembayaran yang dilakukan. Masalah ini dimulai ketika DOKKI membeli perhiasan senilai sekitar $206.000 pada 2018 dan gagal membayar sebagian jumlah tersebut. Pada tahun 2022, pengadilan memerintahkan dia untuk membagi pembayaran untuk menyelesaikan jumlah yang tidak dibayar dan biaya keterlambatan, tetapi sejak itu dia hanya membayar $11.580, meninggalkan utang tambahan yang belum dibayar.
Perusahaan perhiasan tersebut mengklaim bahwa jumlah yang tidak dibayar dan biaya keterlambatan yang tersisa telah terakumulasi menjadi sekitar $32.000 (sekitar 49 juta KRW). Mereka mencatat bahwa DOKKI mengutip kesulitan keuangan untuk menunda pembayaran, namun dia terus tinggal jangka panjang di Amerika Serikat. Perwakilan hukum menyatakan bahwa penolakan DOKKI untuk mematuhi keputusan pengadilan adalah perhatian, dan mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan mengambil tindakan hukum seperti eksekusi paksa dan penyitaan sementara.
Kontroversi terbaru mengenai utang DOKKI yang tidak dibayar berkaitan dengan usaha dia untuk melanjutkan karir musiknya, menarik perhatian yang lebih besar dari penggemar dan publik. Kekhawatiran muncul bahwa tindakannya mungkin mengabaikan isu utang, yang dapat membahayakan kepercayaan dan citra industri musik yang ingin dia masuki kembali.
Sementara kegiatan barunya meliputi pengakuan akan hubungan dengan Lee Hi dan pembentukan label musik baru, masalah utang yang belum terpecahkan semakin membayangi citra publiknya. Pernyataan perwakilan hukum yang menekankan bahwa 'mematuhi utang secara hukum adalah syarat minimum' mengisyaratkan situasi yang lebih serius, menunjukkan bahwa dia mungkin menghadapi pembatasan signifikan dalam aktivitas masa depan.
Akhirnya, menyelesaikan masalah utang ini sangat penting bagi DOKKI untuk kembali ke dunia musik; jika tidak, dia berisiko terjebak dalam tindakan hukum. Mengingat dampaknya terhadap kariernya, kekhawatiran publik mengenai usaha masa depannya diperkirakan akan meningkat di antara penggemar dan penonton secara keseluruhan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: DB