KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Irene Membela Citra Ketinggalan Zaman: 'Banyak Belajar dari Konser SMTOWN'

Irene Membela Citra Ketinggalan Zaman: 'Banyak Belajar dari Konser SMTOWN'
Irene membantah citranya yang tidak mengikuti tren di acara radio.
Dia menyatakan bahwa dia belajar tentang tren terkini melalui konser SMTOWN.
Kecintaannya yang mendalam terhadap album penuhnya yang pertama, 'Biggest Fan,' juga tampak jelas.

[TV Daily, Kim Jin-seok] Irene dari Red Velvet baru-baru ini menyampaikan tanggapan terkait citranya di sebuah acara radio. Dalam acara SBS Power FM 'Wendy's Young Street' yang ditayangkan pada 30 Maret, ia berbagi cerita di balik album penuhnya yang pertama, 'Biggest Fan'. Album ini menandai comeback-nya setelah sekitar satu tahun empat bulan, dan Irene menyatakan ketertarikan mendalam terhadap lagu utama, menyebut bahwa ia langsung menyadari lagu tersebut sebagai lagu utama saat mendengarnya. Dia menggambarkan lagu itu sebagai sesuatu yang meningkatkan harga diri, menyebutkan bahwa dia sering mengulangi liriknya di depan cermin. Ketika seorang pendengar bertanya apa yang membuatnya menjadi penggemar terbesar baru-baru ini, Irene mengaku, 'Saya telah menonton video perjalanan sebelum tidur.' Meskipun dia dulunya menikmati menonton video perlebahan, seleranya sedikit berubah. Mengenai citranya yang tidak mengikuti tren, Irene mengatakan, 'Melalui konser SMTOWN baru-baru ini, saya belajar banyak tentang tren dan tantangan terkini dari anggota dan junior saya.' Namun, dia menambahkan dengan lucu bahwa dia baru pertama kali mendengar 'Halulala' hari ini. Sementara itu, 'Wendy's Young Street' mengudara setiap malam dari pukul 8 hingga 10 malam di SBS Power FM dan juga dapat dinikmati melalui saluran YouTube resminya 'Eraro'.

Komentar terbaru Irene mencerminkan perubahan selera pribadinya dan pertumbuhannya sebagai seniman. Dengan menekankan otentisitas di balik album barunya serta pentingnya harga diri pada lagu utama, ia menggunakan strategi untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan penggemarnya. Yang menarik, ketertarikan Irene pada video perjalanan menunjukkan usahanya untuk menjalin koneksi dengan penggemar potensial dan menampilkan pertumbuhan pribadinya. Melalui perubahan-perubahan ini, dia menunjukkan tekadnya untuk berinteraksi dengan lebih banyak penggemar sambil memperluas batas-batas artistik.

Pernyataan tentang ketinggalan zaman mencolok, dan kontras dengan citranya yang biasanya sangat tepat. Irene menyoroti kesempatan pembelajaran dalam komunitas terpadu yang dibentuk melalui konser SMTOWN. Dari perspektif seorang seniman, ini merupakan evolusi positif, karena memungkinkan peningkatan ekspresi artistik melalui koneksi dengan rekan-rekannya.

Cara komunikasi Irene mencerminkan semangat aktif dari fandomnya sembari mencerminkan tren industri musik kontemporer. Kepribadian dan selera uniknya memiliki potensi untuk semakin memperluas arah musik dan kreativitasnya di masa depan.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: SBS 'Wendy's Young Street'

Source: tvdaily.co.kr