Kasus ini muncul setelah pemutusan kontrak eksklusif, di mana Adore menegaskan validitasnya.
Daniel telah menyatakan niatnya untuk kembali melalui penasihat hukum, tetapi Adore telah memutuskan kontraknya.
Hari ini, gugatan yang diajukan oleh Adore, agensi New Jeans, terhadap Daniel dan mantan CEO Min Hee-jin untuk ganti rugi sebesar 4,3 miliar won akan dimulai di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Sengketa hukum ini muncul setelah pemutusan kontrak eksklusif, di mana Adore mengklaim bahwa tindakan Daniel dan Min Hee-jin menyebabkan keluarnya anggota dan penundaan dalam pengembalian mereka. Pengadilan dijadwalkan mengadakan sidang persiapan pertama hari ini pukul 10 pagi.
Pada bulan Desember tahun lalu, Adore mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Daniel, keluarganya, dan Min Hee-jin. Pihak Daniel saat ini merespons gugatan tersebut dengan menunjuk perwakilan hukum. Penting untuk dicatat bahwa mantan anggota New Jeans secara sepihak memberi tahu Adore tentang pemutusan kontrak mereka pada bulan November 2024.
Adore sebelumnya berhasil mendapatkan putusan pengadilan pada bulan Oktober 2022 yang menegaskan kevalidan kontrak mereka, di mana anggota Haerin dan Haein telah kembali. Saat ini, Minji sedang dalam diskusi dengan Adore, sementara Daniel telah menyatakan kesediaannya untuk kembali melalui penasihat hukum. Namun, Adore memilih untuk memutuskan kontrak dengan Daniel, yang memicu konflik hukum ini.
Sengketa hukum ini memiliki arti yang signifikan bagi industri K-pop terkait masalah kontrak. Pemutusan kontrak eksklusif melampaui masalah kontraktual biasa, mengungkapkan bagaimana kepercayaan antara artis dan agensi mereka dapat terganggu. Oleh karena itu, kasus ini menekankan perlunya lebih banyak kehati-hatian dalam negosiasi kontrak untuk artis lainnya.
Selain itu, keinginan Daniel untuk kembali menunjukkan bahwa, meskipun ada konflik sebelumnya, ikatan di antara anggota tetap penting. Namun, sikap hukum tegas Adore menggambarkan komitmen mereka untuk menegakkan ketentuan kontrak, serta menyoroti diskusi di industri tentang seberapa ketat agensi seharusnya mengelola kontrak dengan artis mereka.
Dalam lanskap K-pop pasca-COVID, di mana pergerakan artis menjadi lebih sering, hasil dari gugatan ini dapat mempengaruhi bagaimana kontrak dinegosiasikan dan diputuskan di masa depan. Oleh karena itu, perhatian meningkat terhadap bagaimana kasus ini akan berkembang, mendorong para ahli industri untuk terlibat dalam diskusi mendalam tentang hal tersebut.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily