Merayakan album studio kelima mereka 'ARIRANG', antusiasme penggemar melonjak.
Dampak ekonominya signifikan, berkontribusi menjadikan Seoul sebagai tujuan wisata.
Konser BTS di Gwanghwamun telah melampaui sekadar panggung comeback, berkembang menjadi 'mega event' yang mengguncang seluruh kota dan ekonomi. Dijadwalkan untuk 21 Maret pukul 8 malam, 'BTS Comeback Live: ARIRANG' menandai kembalinya grup secara lengkap setelah hampir 3 tahun dan 9 bulan menjalani wajib militer, bersamaan dengan penampilan perdana lagu-lagu baru dari album studio kelima mereka 'ARIRANG' yang dirilis sehari sebelumnya. Awalnya ditetapkan untuk 15.000 kursi, tiket terjual habis dalam hitungan saat, mendorong HYBE untuk memperluas area tontonan di sebelah selatan persimpangan Sejong-daero, menambahkan sekitar 7.000 tempat berdiri dan meningkatkan pengalaman menonton dengan layar LED besar. Total kapasitas kini meningkat menjadi sekitar 22.000. Namun, prediksi menunjukkan bahwa jumlah pengunjung yang sebenarnya bisa jauh melebihi kapasitas resmi, dengan estimasi 200.000 orang berkumpul di sekitar Gwanghwamun pada hari konser. Beberapa penggemar bahkan terlibat dalam tindakan ekstrem seperti bermalam dan membagikan peta tempat tontonan utama di media sosial. Pihak berwenang menerapkan langkah-langkah keselamatan ketat, termasuk penutupan jalan dan transportasi umum tanpa henti selama konser.
Kembalinya BTS menandakan jauh lebih dari sekedar konser. Berkumpul kembali setelah wajib militer, mereka membangkitkan momen signifikan dalam sejarah K-pop. Judul album 'ARIRANG' menyusun kembali elemen tradisional Korea dalam narasi kontemporer, menampilkan pesan yang ingin mereka sampaikan kepada audiens globalnya. Penafsiran ulang tradisi Korea ini menekankan karakteristik unik musik BTS. Karya mereka menjadi kesempatan untuk mempromosikan budaya Korea ke tingkat internasional.
Dari segi fanbase, dampak kembalinya BTS sangat besar. Antisipasi seputar konser meningkatkan tidak hanya penggemar yang sudah ada tetapi juga membuka jalan bagi pendengar baru. Keterkaitan antara keterlibatan penggemar dan aktivitas ekonomi lokal memperkuat ikatan antara penggemar dan komunitas, semakin meneguhkan BTS sebagai ikon budaya di luar musik.
Terakhir, efek ekonomi di sekitar konser ini memperkirakan dampak yang besar sebelum dan setelah peluncurannya. Pertunjukan BTS memposisikan Seoul sebagai tujuan unik, menyoroti implikasi kritis untuk strategi pariwisata budaya. Ini mengilustrasikan bahwa K-pop tidak hanya tertanam dalam fanbase tetapi juga berdampak positif pada ekonomi dan budaya Korea secara keseluruhan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: HYBE