BOM menegaskan bahwa dia adalah pasien ADD, memberikan konteks untuk kontroversi.
Hubungan antara keduanya kembali disoroti sebagai anggota 2NE1.
Pada tanggal 3, pihak Sandara Park mengklarifikasi melalui berbagai media bahwa klaim BOM mengenai kontroversi narkoba di masa lalu tidak berdasar. Sumber dalam menyatakan, "Sandara khawatir dengan kondisi kesehatan BOM saat ini." Pernyataan ini muncul setelah posting media sosial BOM di mana dia menyatakan dirinya sebagai pasien ADD, mengklaim bahwa obat yang dia terima menyebabkan kontroversi narkoba. Pada tahun 2010, terungkap bahwa BOM mengimpor Adderall yang mengandung amfetamin dari AS, dan pada tahun 2014, masalah ini muncul di hadapan hukum, di mana pihak berwenang mengonfirmasi tujuan penggunaan obat tersebut untuk terapi dan tidak melakukan penuntutan. Di tengah situasi ini, muncul klaim bahwa, "Sandara terlibat dalam penutupan, menjadikan BOM kambing hitam untuk masalah narkobanya," yang menarik perhatian publik. BOM telah aktif bersama Sandara, Minzy, dan CL sebagai bagian dari grup wanita 2NE1.
Namun, insiden ini menyoroti sorotan terhadap hubungan dan pengalaman masa lalu anggota grup. 2NE1 memiliki tempat penting dalam sejarah K-POP, dan penggemar sering tertarik pada kisah pribadi dan rumit dari para artis. Dugaan konflik antara BOM dan Sandara Park menggambarkan gabungan kompleks dari persatuan dan konflik di dalam grup. Kekhawatiran muncul tentang bagaimana kontroversi ini dapat mempengaruhi persepsi penggemar. Keputusan BOM untuk menghidupkan kembali diskusi tentang obat resepnya menyoroti gema masa lalunya yang abadi, menunjukkan perjalanan rumit menuju pemulihan citra artis, dan menunjukkan bahwa sorotan publik masih terfokus pada kehidupan mereka.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily