Album ini diharapkan dapat memperkuat identitas musik mereka.
Penggemar sangat menantikan cerita baru.
Dragon Pony bersiap untuk comeback yang kuat di tahun Kuda Merah 2026. Mereka akan merilis EP ketiga yang berjudul 'RUN RUN RUN' pada 10 Maret. Agensi mereka, Antenna, menegaskan bahwa album ini akan semakin mengukuhkan identitas musik Dragon Pony dan meminta para penggemar untuk menantikannya. Comeback ini terjadi sekitar delapan bulan setelah single digital 'Earth Boy' dirilis pada bulan Juli lalu. Melalui berbagai karya, Dragon Pony telah mengekspresikan narasi autobiografi yang berfokus pada tema pemuda yang tidak sempurna. Kali ini, 'RUN RUN RUN' diharapkan akan memperkenalkan cerita baru. Bersamaan dengan berita comeback, gambar logo yang menampilkan judul album di latar belakang merah telah diungkapkan, melambangkan kepercayaan diri band. EP ini akan tersedia di berbagai platform musik pada pukul 6 sore pada 10 Maret.
Dragon Pony telah mendapat basis penggemar setia dengan identitas musik yang unik dan narasi emosional. EP dan single sebelumnya telah membahas tema eksplorasi diri dan kompleksitas pemuda secara mendalam. Dengan 'RUN RUN RUN', penggemar mengharapkan suara yang lebih matang dan cerita yang lebih dalam. Dalam beberapa tahun terakhir, K-POP telah melihat sorotan pada konten bertema pemuda, menunjukkan bahwa musik baru Dragon Pony mungkin bergema baik dalam tren ini.
Selain itu, fandom yang berkembang kemungkinan akan semakin meluas dengan comeback ini. Dragon Pony secara aktif berinteraksi dengan audiens mereka melalui berbagai platform media sosial, berbagi identitas mereka, yang memicu antisipasi tinggi di antara penggemar untuk kembalinya ini. Elemen visual dalam gambar teaser untuk 'RUN RUN RUN' juga akan berfungsi untuk memperkuat branding Dragon Pony.
Dengan demikian, comeback Dragon Pony tidak hanya akan menandai tonggak musik tetapi juga mewakili titik balik penting yang menunjukkan pertumbuhan dan evolusi mereka. Hal ini diharapkan dapat membuat dampak yang mencolok di dunia K-POP melalui eksperimen musik dan pergeseran identitas yang beragam.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Antenna