Perusahaan mengusulkan untuk memperpendek durasi kontrak tetapi gagal mencapai kesepakatan.
Yoojunwon saat ini terlibat dalam sengketa hukum dengan agensinya.
[TV Daily Reporter Han Seoyul] Punkystudio, perusahaan produksi di balik program audisi MBC 'Boy Fantasy - After School Sleepless Season 2', telah mengungkap rincian negosiasi dengan kontestan Yoojunwon.
Pada 8 Februari, Punkystudio mengumumkan bahwa meskipun telah melakukan upaya untuk mendorong kembalinya artis dengan mengusulkan untuk memperpendek periode kontrak menjadi satu tahun, tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan orangtua Yoojunwon. CEO Kim Kwangsoo menyebutkan bahwa popularitas signifikan siaran tersebut mendorong proposal mereka, tetapi perbedaan dengan permintaan pihak keluarga akhirnya menghentikan diskusi. Orangtua Yoojunwon menjawab bahwa mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan jika kontrak dikurangi menjadi tiga bulan, sementara perusahaan produksi mencatat bahwa mereka tidak dapat mengatasi perbedaan terkait durasi kegiatan dan pembagian keuntungan.
Punkystudio menegaskan bahwa baik Yoojunwon maupun orangtuanya menandatangani kontrak dalam kapasitas perwakilan hukum yang tidak biasa, menyoroti besarnya keterlibatan orangtua. Ketentuan inti menyatakan bahwa Yoojunwon akan mempercayakan semua tanggung jawab manajemen kepada Punkystudio selama lima tahun setelah mencapai final. Perwakilan perusahaan produksi juga menyatakan bahwa mereka bisa mengungkapkan bukti percakapan jika diperlukan.
Proses negosiasi ini menyoroti kompleksitas yang dapat muncul antara artis dan perusahaan produksi dalam industri hiburan. Meskipun Yoojunwon mencapai tempat pertama dalam kompetisi, ketidakmampuannya untuk terlibat dalam kegiatan segera karena kontrak yang mengikat menggambarkan dampak signifikan yang dapat dimiliki perjanjian semacam itu terhadap jalur karir seorang artis. Meskipun proposal Punkystudio bertujuan untuk memfasilitasi pilihan masa depan Yoojunwon, sikap orangtuanya mencerminkan kekhawatiran yang dapat dimengerti tentang kesejahteraannya.
Tegasan perusahaan produksi ini menekankan konsekuensi hukum dari kontrak, dan diskusi yang tidak terselesaikan dengan keluarga meninggalkan rasa kecewa bagi para penggemar. Situasi ini berfungsi sebagai studi kasus yang mencerminkan bagaimana hubungan kontraktual di industri hiburan dapat gagal untuk memberikan fondasi yang stabil, berpotensi menghambat kreativitas seorang artis. Tantangan yang dihadapi oleh artis muda seperti Yoojunwon adalah isu penting yang memang layak untuk didiskusikan secara berkelanjutan.
Akhirnya, insiden ini mendorong refleksi tentang batas antara independensi seorang artis dan keterlibatan orangtua yang berlebihan. Ini menunjukkan perlunya lingkungan bisnis yang memungkinkan artis muda untuk menemukan jalan mereka tanpa gangguan.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: Punkystudio