Ia dengan jujur membagikan kesulitan sebagai seorang selebriti, mengisyaratkan tindakan ekstrem.
Para penggemar mengungkapkan kekhawatiran setelah mendengar pengakuannya.
[TV Daily Reporter Choi Hana] Lizzy, yang sebelumnya dari After School, telah menimbulkan kekhawatiran di antara para penggemar dengan menunjukkan ketidakstabilan mental yang signifikan selama siaran langsung di media sosial.
Pada 28 Januari, Lizzy dengan jujur membagikan perjuangan dan perasaannya saat ini sambil merenungkan masa-masa di industri hiburan dalam sesi Instagram Live. Dia mendefinisikan menjadi seorang selebriti sebagai profesi di mana semuanya terbuka, menyarankan agar para calon entertainer mempertimbangkan kembali impian mereka. Menyoroti kesulitan yang dihadapi oleh idola wanita, ia memperingatkan, 'Jika Anda tidak memiliki kesabaran, jangan mengejar karir di dunia hiburan.'
Sepanjang siaran, Lizzy mengungkapkan penyesalan mendalam tentang kesalahan masa lalu dan berbagi perasaan depresi yang mendalam, sering kali menjadi emosional. Meskipun ia menyatakan tidak menyesali pilihan karirnya, ia mengakui menyesali tindakannya secara mendalam. Ia mengejutkan pemirsa dengan merujuk pada depresi yang parah hingga mempertimbangkan kematian. Ketika ditanya mengapa orang harus memilih untuk hidup di dunia yang indah meskipun menghadapi kesulitan, ia dengan penuh emosi bertanya, 'Apa gunanya dunia jika saya tidak bisa bertahan?' Selama siaran langsung, dia menunjukkan ketidakstabilan saat merespons komentar jahat atau pertanyaan tentang penampilannya, serta secara tidak langsung menyinggung pengalaman bedah plastiknya. Selain itu, setelah mengungkapkan kecemasan ekstrem tentang kehilangan barang-barang pribadi, ia dengan tiba-tiba mengakhiri siaran setelah berbicara dengan seseorang yang tampaknya teman.
Kejadian terbaru yang melibatkan Lizzy menyoroti pentingnya menangani masalah kesehatan mental di industri K-POP. Idol yang populer sering menghadapi tekanan dan kritik yang besar, yang menyebabkan stres psikologis yang signifikan dan dapat memengaruhi kesejahteraan emosional mereka. Pengakuan terbuka Lizzy mengingatkan kita agar publik berupaya memahami dan bersimpati terhadap perjuangan yang dihadapi oleh para entertainer.
Idol wanita, khususnya, menghadapi standar sosial yang lebih keras. Pengawasan yang terus menerus mengenai penampilan mereka meningkatkan stres, yang dapat menjadi beban berat bagi individu seperti Lizzy. Pernyataan-pernyataannya secara efektif menyampaikan kebutuhan bagi idol wanita untuk dengan berani mengungkapkan pengalaman dan tantangan mereka.
Akhirnya, siaran Lizzy menekankan perlunya masyarakat untuk membangun sistem dukungan yang lebih baik bagi kesehatan mental para entertainer. Mengingat industri hiburan sering kali mengabaikan isu-isu mendesak ini, dukungan yang diperlukan harus diberikan, dan penggemar harus peka terhadap suara mereka.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily