Dia menekankan bahwa tuduhan pemalsuan terhadap NewJeans tidak berdasar.
Situasi ini menyoroti perlunya melindungi hak artis.
Pihak yang dekat dengan mantan CEO Ador, Min Hee-jin, menjelaskan bahwa konflik dengan HYBE tidak ada hubungannya dengan masalah pemalsuan yang melibatkan NewJeans atau pemutusan kontrak. Tuduhan 'mencuri NewJeans' muncul setelah rumor pertemuan dengan DaBoLink, yang telah mengubah arah isu utama. Min menegaskan bahwa ia baru mendengar tentang DaBoLink dan berusaha untuk mengalahkan hak pemegang saham demi kembalinya NewJeans.
Konflik antara Min dan HYBE, yang dimulai pada April 2024, berasal dari perbedaan pendekatan operasional label dan tidak terkait dengan pemutusan kontrak NewJeans. Narasi dengan cepat berubah saat laporan media menuduh Min mencoba mengambil NewJeans, yang menyebabkan reaksi negatif publik terhadapnya.
Pada Juni 2024, Min mendapatkan usulan untuk bernegosiasi dengan HYBE dari keluarga salah satu anggota NewJeans dan mencoba berkomunikasi langsung dengan HYBE, hanya untuk mengetahui nama Terra Science dan DaBoLink untuk pertama kalinya dalam proses tersebut.
Kasus ini menunjukkan kompleksitas sengketa antara mantan CEO Min Hee-jin dan HYBE, yang tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah kontrak. Pelaporan media yang salah telah merusak reputasi Min dan mendistorsi niat sebenarnya, yang berdampak besar pada persepsi masyarakat tentang hubungan antara artis dan label.
Selain itu, kesediaan Min untuk mengalahkan hak pemegang saham demi kembalinya NewJeans menyoroti pentingnya melindungi hak artis. Jika upayanya yang berdedikasi tertutupi oleh narasi palsu yang dibuat media, itu bisa berdampak negatif bagi seluruh industri.
Terakhir, kasus ini menjadi contoh jelas tentang kerumitan industri K-Pop dan struktur kekuasaan di dalamnya, mengingatkan publik serta penggemar tentang pentingnya membangun kepercayaan terhadap artis. Ada seruan yang meningkat untuk pendekatan kritis terhadap pelaporan media, serta pemahaman yang lebih baik tentang posisi artis dalam industri.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily