KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Lee Hi Mengakui Operasi Agensi 1 Orang yang Belum Terdaftar; Perusahaan Minta Maaf atas 'Ketidaktahuan dan Kelalaian'

Lee Hi Mengakui Operasi Agensi 1 Orang yang Belum Terdaftar; Perusahaan Minta Maaf atas 'Ketidaktahuan dan Kelalaian'
Lee Hi mengakui operasi agensi pribadinya yang belum terdaftar dan perusahaannya meminta maaf.
Agensinya telah menyelesaikan proses pendaftaran dengan pihak berwenang setempat.
Insiden ini dapat mempengaruhi aktivitas Lee Hi di masa depan.

Lee Hi, yang dikenal dengan kemampuan vokalnya yang mengesankan, baru-baru ini menghadapi kontroversi karena agensi 1 orang yang didirikannya beroperasi tanpa pendaftaran yang dibutuhkan oleh hukum seni budaya. Menanggapi masalah ini, agensinya, Doover, mengeluarkan pernyataan resmi pada 27, mengakui kesalahan tersebut. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa Lee Hi tidak menyadari perlunya pendaftaran terpisah karena ia memiliki kontrak eksklusif dengan agensi. Mereka telah menyelesaikan pendaftaran yang diperlukan setelah mengikuti kursus pendidikan yang relevan.

Agensi tersebut mengungkapkan bahwa EightO8HiRecordings, yang didirikan oleh Lee Hi pada April 2020, telah beroperasi selama kurang lebih lima tahun sembilan bulan tanpa pendaftaran yang diperlukan. Lee Hi menjabat sebagai CEO sementara anggota keluarganya terlibat sebagai eksekutif, sesuai laporan. Hukum mengharuskan bahwa entitas atau individu yang mengelola aktivitas hiburan harus mendaftar dengan otoritas lokal, jika tidak, dapat mengakibatkan hukuman berat, termasuk denda atau penjara.

Lee Hi menandatangani kontrak eksklusif dengan Doover pada bulan September tahun lalu dan terus aktif mengejar karier musiknya.

Kejadian ini menyoroti pentingnya tanggung jawab hukum bagi artis seperti Lee Hi, yang secara aktif mengejar karier musik mereka. Mengabaikan persyaratan pendaftaran untuk manajemen seni budaya adalah pelanggaran jelas terhadap ketentuan hukum, yang dapat berpotensi merusak reputasi artis dalam jangka panjang. Khususnya, kritik terhadap artis populer seperti Lee Hi yang mengabaikan manajemennya dapat menyebabkan kekecewaan di kalangan penggemar, yang berdampak negatif pada citranya.

Menjalankan agensi pribadi bisa menjadi tantangan besar dan seharusnya menjadi pengingat akan persyaratan hukum yang kompleks dalam industri budaya. Kelalaian dari Lee Hi, seorang artis yang sedang naik daun, menekankan perlunya musisi untuk memahami sepenuhnya kewajiban hukum mereka, serta menjadi preseden bagi artis lain di industri. Pendidikan hukum yang lebih baik untuk baik artis maupun agensi mereka dapat mencegah masalah seperti ini terjadi di masa depan.

Akhirnya, reaksi publik dan penggemar memainkan peran penting. Insiden semacam itu dapat mengurangi harapan terhadap Lee Hi atau bahkan menyebabkan kekecewaan, yang berpengaruh pada proyek dan album masa depannya. Penggemar mengharapkan manajemen yang hati-hati dari para artis, dan memenuhi harapan ini dapat menghasilkan hasil yang positif dalam karier mereka.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: DB

Source: tvdaily.co.kr