Dia menyatakan bahwa dia sedang merenungkan kewajiban pajaknya dengan dalam.
Cha berkomitmen untuk berpartisipasi secara jujur dalam proses terkait pajak yang akan datang.
Cha Eun-woo, anggota ASTRO dan aktor, telah secara terbuka membahas tuduhan penghindaran pajak yang menimpanya, mengekspresikan permohonan maafnya. Pada 26 Januari, ia membagikan di media sosialnya, "Saya benar-benar meminta maaf karena telah menyebabkan kekhawatiran dan kekecewaan kepada banyak orang akibat berbagai hal yang terkait dengan saya." Dia lebih lanjut menyatakan, "Kejadian ini telah mendorong saya untuk merenungkan secara mendalam sikap saya terhadap kewajiban pajak sebagai warga Korea." Meskipun saat ini ia sedang menjalani wajib militer, ia menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menghindari kontroversi, menjelaskan bahwa ia tidak dapat menyelesaikan proses penyelidikan pajak sebelum masa tugasnya. Ia berkomitmen untuk berpartisipasi secara jujur dalam proses terkait pajak yang akan datang dan mengulangi permohonan maafnya. Cha dilaporkan diselidiki oleh Kantor Pajak Regional Seoul karena sekitar 20 miliar won pajak yang belum dibayar, disertai dengan tuduhan seputar perusahaan hantu yang didirikan oleh keluarganya.
Permohonan maaf Cha Eun-woo baru-baru ini berfungsi sebagai kasus signifikan yang mencerminkan persepsi tentang citra publik dan tanggung jawab di dalam dunia hiburan. Di industri hiburan Korea, penghindaran pajak sebelumnya telah memicu kontroversi, menyoroti kesenjangan antara harapan moral masyarakat dan tindakan selebriti. Dengan langsung membahas situasinya di media sosial, Cha menunjukkan keinginannya untuk memulihkan kepercayaan melalui komunikasi yang berkelanjutan. Selain itu, dengan menekankan bahwa masa wajib militernya bukanlah penghindaran yang disengaja dari kontroversi, ia berusaha mendapatkan pemahaman publik. Pada akhirnya, komitmennya yang jelas untuk lebih serius dalam menjalankan kewajiban pajak ke depan menunjukkan adanya kemungkinan dampak positif pada citra publiknya dalam jangka panjang.
Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.
Foto: TVDaily