KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Dolphin Kidnappers Bayar Uang Jaminan untuk Menghentikan Eksekusi Putusan Kasus MV NewJeans

Dolphin Kidnappers Bayar Uang Jaminan untuk Menghentikan Eksekusi Putusan Kasus MV NewJeans
Dolphin Kidnappers telah menyetor uang untuk menangguhkan pelaksanaan putusan yang terkait dengan MV NewJeans.
Pengadilan memerintahkan Dolphin Kidnappers untuk membayar 1 miliar KRW dalam gugatan ganti rugi Adore.
Kejadian ini menyoroti masalah hak cipta dan hubungan antara budaya penggemar di industri K-pop.

[TV Daily Reporter Lee Gi-eun] Perusahaan iklan Dolphin Kidnappers, yang memposting video musik NewJeans di YouTube, telah diperintahkan untuk membayar 1 miliar KRW kepada Adore dan kini mengambil langkah untuk mencegah pelaksanaan keputusan ini. Sumber hukum menunjukkan bahwa mereka telah menyetor 1,2 miliar KRW ke Pengadilan Distrik Sentral Seoul, kemungkinan untuk menangguhkan pelaksanaan putusan tingkat pertama. Pada tanggal 13, pengadilan memutuskan mendukung Adore dalam gugatan ganti rugi, menyatakan bahwa Dolphin Kidnappers harus membayar 1 miliar KRW dan bunga, dan jumlah ini dapat dilaksanakan. Pelaksanaan ini memungkinkan pihak yang menang untuk melaksanakan keputusan meskipun belum final. Pihak yang kalah bisa mengajukan permohonan penghentian pelaksanaan, biasanya dengan memberikan deposit tunai. Tahun lalu, Dolphin Kidnappers memposting versi sutradara dari video musik 'ETA' NewJeans di saluran YouTube mereka. Setelah itu, sutradara Shin Woo-seok menghapus video lain dari saluran penggemar sebagai tanggapan atas permintaan penghapusan Adore. Namun, Adore membantah klaim ini, bersikeras bahwa mereka tidak meminta penghapusan semua konten terkait. Adore kemudian menggugat Dolphin Kidnappers, mengklaim pengungkapan ilegal atas karya mereka.

Kasus ini menyoroti masalah hak cipta yang sedang berlangsung seputar NewJeans dan mengungkapkan tekanan yang ada di industri K-pop. Perusahaan iklan Dolphin Kidnappers, yang memanfaatkan minat para penggemar yang kuat, terjun ke produksi konten tetapi akhirnya menghadapi tantangan hukum. Ironisnya, meskipun ada pergolakan hukum seputar video musik mereka, video tersebut terus menarik perhatian yang signifikan, mencerminkan popularitas luas NewJeans. Situasi ini melampaui pelanggaran hak cipta semata; konflik yang muncul akibat penghapusan konten yang diposting oleh saluran yang dikelola penggemar menunjukkan ketergantungan vital antara budaya penggemar dan pencipta dalam evolusi K-pop. Saluran penggemar sering kali memainkan peran penting dalam mempromosikan artis dan meningkatkan visibilitas. Namun, ketika masalah hak cipta muncul, hal itu menciptakan jarak antara penggemar dan artis. Ini menjadi momen penting untuk mempertimbangkan kembali dinamika antara artis dan perusahaan produksi konten dalam ekosistem K-pop.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: TVDaily

Source: tvdaily.co.kr