KOSTAR

Multilingual Korean Newsroom

NEWS

Pengadilan Tingkatkan Ganti Rugi dalam Kasus Pencemaran Nama Baik BTS V dan Jungkook

Pengadilan Tingkatkan Ganti Rugi dalam Kasus Pencemaran Nama Baik BTS V dan Jungkook
Pengadilan meningkatkan ganti rugi dalam kasus pencemaran nama baik anggota BTS V dan Jungkook.
Pengadilan Distrik Barat Seoul memerintahkan operator A untuk membayar tambahan 5 juta won masing-masing.
A saat ini terlibat dalam gugatan dengan artis lain juga.

Pada 23 Januari, Pengadilan Distrik Barat Seoul memutuskan untuk meningkatkan ganti rugi terhadap operator A dari saluran YouTube '탈덕수용소', yang dituduh mencemarkan nama baik anggota BTS V dan Jungkook. Di pengadilan banding, panel membatalkan bagian dari putusan sebelumnya di mana V dan Jungkook kalah, memerintahkan A untuk membayar tambahan 5 juta won masing-masing. Ini sekarang total menjadi 86 juta won dalam ganti rugi yang harus ditanggung A. Sementara itu, A telah memicu kontroversi dengan menyebarkan informasi yang salah dan rumor jahat tentang selebriti, serta terlibat dalam gugatan yang sedang berlangsung dengan berbagai artis lain.

Putusan ini memiliki arti penting bagi penggemar BTS V dan Jungkook, mengungkapkan keseriusan masalah penyebaran informasi palsu tentang artis. Sebagai grup global dengan pengaruh yang signifikan, BTS secara aktif mengambil langkah hukum untuk melindungi kehormatan penggemar mereka. Ini dapat dilihat sebagai komitmen tidak hanya untuk memulihkan reputasi individu tetapi juga untuk melindungi integritas komunitas penggemar.

Keputusan pengadilan ini menekankan tanggung jawab pembuat konten online, terutama mengingat cepatnya penyebaran informasi yang tidak akurat di platform. Putusan ini dapat menjadi preseden penting, berkontribusi pada pemulihan kepercayaan antara penggemar dan artis.

Selain itu, gugatan yang sedang berlangsung yang melibatkan artis lain seperti Jang Wonyoung dari IVE dan Kang Daniel juga perlu mendapatkan perhatian. Tindakan hukum semacam itu bisa menimbulkan efek riak yang signifikan di seluruh industri hiburan dan dapat menetapkan preseden untuk kasus serupa di masa depan.

Artikel ini merupakan reinterpretasi KOSTAR atas berita yang awalnya diterbitkan oleh TVDaily.

Foto: DB

Source: tvdaily.co.kr